Golkar: PKS Jangan Emosional Keluar Koalisi

Golkar: PKS Jangan Emosional Keluar Koalisi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 22 Mei 2013 17:14 WIB
Golkar: PKS Jangan Emosional Keluar Koalisi
Jakarta - PKS di bibir pintu keluar koalisi. Sebagai mitra koalisi, Partai Golkar mengingatkan agar PKS jangan emosional dalam mengambil keputusan sepenting itu.

"Sebaiknya jangan terlalu terburu-buru dan bertindak emosional. Alangkah baiknya jika konsisten sebagai mitra koalisi sampai berakhir masa pemerintahan," kata Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin, kepada detikcom, Rabu (22/5/2013).

Menurut Nurul dalam berkoalisi tentu ada duka dan marah. Namun juga jangan melupakan saat suka dan gembira. PKS juga mendapatkan 3 menteri di KIB II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi harapan kami, hadapi suka dan dukanya sama-sama. Ini adalah masa yang sulit, namun bukan berarti akhir dari segalanya," kata Nurul.

"Dalam politik, musuh satu terlalu banyak, namun seribu teman tidak pernah cukup," pungkasnya memberi pesan.

Sejumlah elite PKS seperti Fahri Hamzah, Nasir Jamil, Refrizal, mendorong partainya keluar koalisi. Fahri secara tegas menyebut PKS kecewa dengan pemerintahan SBY.

Namun hingga kini Majelis Syuro PKS belum mengambil sikap tegas terkait hal ini. Sejumlah anggota Majelis Syuro PKS seperti Tifatul Sembiring dan Sohibul Iman menegaskan PKS masih istikhomah berada di koalisi.



(van/trw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads