Yang paling mencolok adalah ruangan terpidana kasus korupsi yang juga mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin. Sel yang ditempati Agusrin sejak 30 April 2012 itu berluas lebih besar dibanding sel lainnya. "Ini dibuka berapa ruang?" tanya Wamenkum HAM Denny Indrayana penuh keheranan kepada petugas Lapas Sukamiskin yang ikut dalam sidak pada Sabtu (18/5/2013) malam.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Teguh Wibowo menjawab bahwa sel tersebut sudah dari dulu seperti itu, sejak didirikan oleh Belanda. Tapi mengapa Agusrin bisa ditempatkan di sel yang lebih luas, Teguh menjawab bahwa Agusrin sudah berada di sel tersebut sejak dirinya belum bertugas di Lapas Sukamiskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sel Agusrin memang sangan mirip kos. Toiletnya juga terdapat bak mandi dan telah disekat dengan triplek yang rapi. Jadi kesannya, seperti kamar kos dengan kamar mandi di dalam.
Ruangan sel juga dipenuhi dengan furniture. Ada dipan tempat tidur, meja kerja, rak-rak buku, almari, kursi santai dan lain-lain. Lantai juga dilapisi karpet. Ruangan juga dipenuhi perabotan rumah tangga. Ada rice cooker, kompor listrik, dan kipas angin.
Makanan juga berlimpah. Ada beberapa butir telur, makanan ringan, dan banyak buah-buahan. "Buah-buahannya banyak sekali," tanya Denny Indrayana sambil menunjuk beberapa plastik yang berisi buah-buahan. Agusrin hanya terdiam dan senyum-senyum saja.
Mengenai desain interior selnya, Agusrin mengaku saat dirinya didatangkan ke Lapas Sukamiskin, interiornya sudah seperti itu. Agusrin hanya nambah-nambah sendiri. "Ada yang saya buat sendiri," kata Agusrin sambil menunjuk sebuah rak.
Interior ruangan sel mirip kos juga terlihat di sel Andrian Waworuntu. Di ruangan Andrian juga terdapat banyak furniture. Dia juga memiliki banyak alat elektronik seperti radio, DVD Player, dan gadget. Ruangan Gayus Tambunan lebih sederhana, begitu juga dengan ruangan Anggodo Widjojo.
Temuan yang menarik adalah para penghuni sel bisa menutup pintu dari dalam. Semua pintu memiliki slot pengunci pintu. "Dari dulu sejak saya masuk ke sini, sudah seperti ini. Saya hanya memperbaiki saja," kata Anggodo. Gara-gara ada slot pengunci pintu, petugas harus mengetuk pintu saat mengecek kamar penghuni sel.
Andrian mengaku slot pengunci itu penting. "Saya harus berupaya menyelematkan jiwa saya sendiri," kata Andrian mengenai dua slot pengunci di pintu selnya. "Apakah ada yang mengancam Anda?" tanya wartawan kepada Andrian. "Ya selama ini begitu," kata dia tanpa menjelaskan siapa yang mengancam dia.
Tentang slot pengunci pintu, Denny Indrayana sudah menyatakan seharusnya tidak boleh ada. Karena itu, Denny meminta kepada pimpinan Lapas untuk menertibkan hal ini.
"Barang-barang perabotan rumah tangga seperti kompor juga gak boleh. Kalau kipas angin masih diperbolehkan, asal bukan AC," kata Denny.
(asy/nrl)











































