"Aktivis jadi caleg, karena ada kerinduan di masyarakat munculnya politisi-politisi baru yang punya semangat baru, bersih, dan tidak korup," kata Mashinton Pasaribu dalam diskusi 'Caleg Aktivis Hadir untuk Pembenahan Partai Politik dan Pemberantasan Korupsi' di Kedai Utan Kayu, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2013). Hadir beberapa aktivis lain yang juga jadi caleg DPR RI.
"Saya rasa tugas aktivis menciptakan sistem transparansi anggaran yang tidak rawan dikorupsi," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang harus dilakukan di parlemen adalah bagaimana menciptakan sistem yang pro-nasional. Kita tahu, ada produk legislasi 60-an Undang-undang yang pro asing. Saya rasa tugas aktivis mengganti itu," ujarnya bersemangat.
Ia juga menuturkan, aktivis 98 yang dikenal kritis pada masa orde baru masih punya semangat idealisme untuk melakukan perubahan melalui parlemen. Dulu para aktivis 98 itu menjadikan rezim otoriter Soeharto sebagai musuh bersama, menentang korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mendukung supremasi hukum.
"Bagi kita aktivis yang menjadi calon legislatif, rasa idealisme perubahan itu melekat dari teman-teman aktivis," ucap Masinthon.
(/ahy)











































