Biar Makin Gemuk, SBY Yakin Kabinetnya Tetap Efisien
Kamis, 14 Okt 2004 18:13 WIB
Jakarta -
Walau jumlahnya akan lebih gemuk dari kabinet Megawati, namun presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono yakin kabinet yang akan dibentuknya efisien. SBY yakin dapat mempertanggungjawabkan dari sisi ekonomi maupun efisiensinya.SBY, dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Kamis (14/10/2004), menegaskan pembentukan struktur kabinet sudah melalui analisa atas cost dan benefit-nya, dan hasilnya tetap efisian. Sebab, menurut SBY, embrionya sudah ada berupa direktorat jenderal di departemen asalnya dan tidak harus membentuk dari awal. Tinggal mengukuhkannya sebagai kementerian dan dilengkapi staf-staf yang diperlukan."Memang akan menambah cost, tapi benefitnya untuk lima tahun ke depan dalam mengelola persoalan negara dan pemerintahan, saya yakin jauh lebih besar. Dalam konteks ini tentu saya bisa mempertanggungjawabkan dari sisi ekonomi maupun efesiensinya. Bagi saya yang terpenting adalah terlaksananya peran dan tugas," katanya.Dalam jumpa pers itu SBY belum mengumumkan secara resmi struktur kabinet dan nama-nama departemen atau kementeriannya. SBY juga tidak menyebutkan berapa jumlah kabinetnya. Tapi menurut beberapa orang dekat SBY, kabinet akan beranggotakan 34 menteri.Meski tidak menyebutkan struktur kabinetnya namun SBY memberi gambaran tentang penambahan dan restrukturisasi sejumlah pos kementerian, yaitu seni budaya dan olahraga, pemukiman, perdagangan, serta menambahkan kata hukum di pos Menko Polkam.Penambahan dan restrukturisasi kabinet ini dilakukan atas dasar pertimbangan agenda prioritas dan persoalan mendasar dalam lima tahun ke depan. SBY, merujuk pengalaman saat menjadi anggota kabinet Gus Dur dan Mega, memutuskan untuk melakukan penambahan kementerian atau mengubah nama kementerian yang lebih cocok pada fungsi dan perannya.Dijelaskan SBY, Deperindag dipisahkan menjadi Departeman Perindustrian dan Departemen Perdagangan sebab penggabungan keduanya tidak sesuai dengan kondisi empirik di Indonesia maupun program-program pemerintahan mendatang.SBY merencanakan pengembangan luar biasa di bidang perindustrian sehingga membutuhkan kementerian tersendiri untuk menanganinya. Demikian juga di bidang perdagangan, mengingat banyaknya komoditas perdagangan Indonesia. "Perdagangan yang akan kita tingkatkan lima tahun ke depan menurut pemikiran saya dan teman-teman lebih tepat apabila dipisah," katanya.Menurut SBY, pemerintahannya juga memerlukan sebuah kementerian yang mengelola pembangunan perumahan rakyat menengah ke bawah secara tepat. Belakangan ini yang berkembang justru real estate dan mal, sementara pembangunan perumahan bagi masyarakat luas justru dinomerduakan.Seni budaya dan olahraga, menurut SBY, selama masa krisis terkesan kurang mendapat kepedulian yang baik. Buktinya adalah tim olah raga Indonesia di dunia internasional tidak sebaik sebelumnya. Maka untuk menggalakkan olahraga perlu institusi tersendiri untuk mengelolanya.Demikian pula dengan seni budaya yang selama ini seolah sekedar tempelan pada kementerian pariwisata. "Kami pastikan dengan kementerian negara akan diubah statusnya menjadi departemen sehingga lebih tajam dan komprehensif dalam pengembangan budaya nasional," ujar SBY.Tentang nama Menko Polkam Hukum, SBY menyatakan selama ini bidang hukum sudah dalam koordinasi Polkam. Penambahan nama ini merupakan penegasan dan penajaman fungsi dari pos Menko Polkam. Hal ini berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi yang harus terintegrasi dengan kebijakan di bidang politik dan keamanan.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































