SBY Bentuk 'Tim Pembisik'
Selasa, 12 Okt 2004 11:01 WIB
Jakarta - Pagi ini presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melanjutkan rapat dengan 11 orang staf kepercayaannya untuk mematangkan struktur lembaga kepresidenan. Staf khusus yang disebut sebagai tim 11 itu nantinya berfungsi 'membisiki' SBY dengan masukan informasi yang berkembang.Mereka adalah Andi Mallarangeng, M Chatib Basri, Denny JA, Muhamad Luthfi, Joyo Winoto, Fuad Munawar, Mayjen (purn) TNI Irfan Eddison, Mayjen (purn) TNI Djali Jusuf, Kurdi Mustofa, Dino Pati Djalal dan Heru Lelono. Anggota tim 11 ini kemungkinan besar akan menjadi staff lembaga kepresidenan."Meski tim ini memberikan masukan, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan presiden," kata Denny JA kepada wartawan, sebelum rapat yang berlangsung di kediaman SBY, di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/10/2004) pagi. Mengenai lembaga kepresidenan sendiri, Denny mengatakan, ide pembentukannya didasari tujuan untuk mendukung presiden yang dipilih langsung oleh rakyat dalam menjalankan tugas-tugasnya secara optimal."Jangan sampai SBY terjatuh dalam tradisi presiden RI yang selalu dipuja-pujipada awalnya namu jatuh di akhir pemerintahan. Seperti yang terjadi dengan presiden-presiden sebelumnya," ujar Denny.Fungsi dari lembaga kepresidenan ini kata Denny, adalah sebagai dapur yang menyuplai informasi day to day dan memberikan advice kepada presiden untuk menghadapi berbagai hal."Contohnya, memberikan informasi tentang evaluasi kabinet. Kedua, merancang isu-isu untuk berhubungan dengan dunia internasional. Ketiga, menyediakan data-data yang berhubungan dengan lembaga tinggi negara seperti MK dan parlemen. Terakhir, berhubungan dengan publik luas," kata Denny."Sama dengan kabinet, lembaga kepresidenan juga akan mendampingi presiden selama 24 jam. Para anggotanya adalah orang-orang kepercayaan dan para pakar yang telah bersama dengan SBY sejak lama," demikian Denny JA.
(fab/)











































