Sidang 'Kuntilanak' Paranoid Rp 40 M Digelar di PN Jaksel
Selasa, 12 Okt 2004 10:52 WIB
Jakarta - Gara-gara melihat kuntilanak palsu saat syuting Paranoid, Diana Damey Pakpahan menggugat Trans TV, televisi yang menayangkan reality show itu sebesar Rp 40 miliar. Sidang gugatan Diana digelar untuk pertama kali pada Selasa ini (12/10/2004).Sidang digeber di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl.Ampera Raya. Sidang yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB hingga kini belum berlangsung. Sidang itu mendapat perhatian belasan kru infotainment.Gugatan ini bermula pada pada 8 Agustus 2004 pukul 19.30 WIB, Diana bersama suaminya datang ke RS Pondok Indah (RSPI) Jakarta Selatan untuk pemeriksaan rutin kandungannya yang berusia delapan bulan. Usai pemeriksaan, Diana menuju mobil untuk kembali ke rumah. Di areal parkir tersebut Diana melihat sosok putih yang mengerikan, seperti kuntilanak.Walau sosok tersebut berjarak cukup jauh, Diana dan suaminya terkejut. Apalagi tak jauh dari situ ada dua orang wanita dari bilik telepon umum yang juga berteriak dan berlari melihat pemandangan tersebut.Diana yang ikut berlari, terjatuh karena panik. Setelah itu Diana langsung memeriksakan kembali kandungannya ke RSPI. Tindakan yang dilakukan RSPI adalah menenangkan dan memberi perawatan kepada Diana.Menurut pihak Diana, ketika itu kru Paranoid langsung kabur menggunakan minivan berlogo Trans TV. Diana menganggap pihak Trans TV terlihat tak peduli dan tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Hal itulah yang menurut Diana secara hukum bisa dianggap sebagai perbuatan melawan hukum dan perbuatan sangat tidak menyenangkan.Selain menggugat Trans TV, Diana juga menganggap pihak RSPI turut bertanggung jawab karena kejadian tersebut berlangsung di areal RSPI.Tentang gugatan tersebut Trans TV telah menyiapkan pembelaannya. Menurut Corporate Communication dan Penanggung Jawab Program Trans TV Riza Primadi, Diana saat itu bukanlah target dari acara tersebut dan tidak dimaksudkan untuk menjadi bagian dari aksi Paranoid.Target utama yang disasar oleh Paranoid adalah dua wanita yang sedang berada dalam telepon umum. Riza juga menegaskan, kejadian tersebut tidak berlangsung di area RSPI seperti dalam tuntutan Diana. Aksi Paranoid itu berada di pertokoan yang berada di seberang RSPI."Ibu Diana tidak terlibat langsung dalam acara ini. Yang bersangkutan kebetulan berada di sekitar tempat kejadian. Dua orang target utama kita berlari ke arah ibu Diana. Namun kedua korban itu pun langsung tertawa-tawa ketika mengetahui itu aksi Paranoid," ujar Riza pada detikcom pekan lalu.Riza melanjutkan,"Ibu Diana bukan korban permainan kami secara langsung. Kami tidak berniat melibatkan dia. Setelah kejadian tersebut Trans TV telah mendatangi rumah ibu Diana dan meminta maaf. Sesuai dengan permintaan pemirsa dan ibu Diana, acara Paranoid sudah tidak tayang lagi sejak Agustus lalu."Tentang kru Trans TV yang dianggap kabur dan tidak bertanggung jawab, Riza juga menjelaskan. "Kita bukannya kabur, tapi mendekati target kita. Saat itu sudah gelap dan konsentrasi kita pada si target. Kita tidak menyangka ada orang lain di sana."Paranoid adalah acara reality show yang mengekspose reaksi orang yang ditakut-takuti hal-hal yang selama ini dianggap hantu mengerikan seperti pocong, kuntilanak, sundel bolong, dll. Ketakutan, teriakan, makian, tangisan, muncul dalam acara ini. Acara sering diakhiri dengan tertawa lucu setelah menyadari bahwa hantu yang muncul palsu belaka.
(nrl/)











































