ADVERTISEMENT

Kasus LP Cebongan

Bangga Terhadap 11 Anggota Kopassus, Eks Pangdam Cerita Soal Jiwa Korsa

- detikNews
Rabu, 10 Apr 2013 13:46 WIB
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Eks Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso enggan membicarakan soal penyerangan LP Cebongan Sleman yang telah berlalu dan lebih suka bicara ke depan. Jenderal yang kini menjadi staf KSAD itu mengaku bangga terhadap 11 anggota Kopassus yang saat ini diperiksa Pomdam terkait kasus LP Cebongan.

"Udah deh, sekarang yang perlu kita bicarakan ke depannya. Saya hormat, bangga kepada 11 prajurit yang diperiksa Pomdam," kata Hardiono usai lepas sambut jabatan di Makodam IV Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang, Rabu (10/4/2013).

Hardiono menyebut, pangkat dan karier ia pertaruhkan terhadap 11 prajurit tersebut. Hal itu merupakan bentuk dari solidaritas yang tak tergoyahkan.

"Penting ini, saya mau cerita sedikit tentang jiwa korsa," kata Hardiono yang mengenakan baju loreng dan baret warna hijau itu.

Hardiono melanjutkan, di seluruh dunia, tentara lahir untuk menjaga kedaulatan, termasuk TNI. Jiwa korsa seluruh prajurit hampir sama.

Sejak letnan dua hingga kolonel, Hardiono mengaku berkecimpung di berbagai operasi. Beberapa anggotanya gugur. Dia melihat dan mengautopsi serta menemukan beberapa butir peluru yang bersarang di tubuh anggotanya.

"Itulah kehormatan prajurit!" tandasnya.

Hardiono hormat dan menjunjung tinggi sikap ksatria. "Hidup adalah pilihan. Jangan pernah memilih di tengah, karena sesungguhnya itu bukan pilihan. Beranilah tentukan pilihan, walau nyawa taruhannya. Kalau saya berpikir begitu, saya tidak berpikir lagi nih, karier, jabatan. Nyawa saja gue kasihkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia," paparnya.

Jenderal berkumis tebal ini meminta polemik tentang Cebongan dihentikan. "Orang membuat analisis tapi tidak pernah melihat durasi CCTV yang sesungguhnya tentang apa yag terjadi di Hugo's Cafe," tutupnya. Yang dimaksudnya adalah pembunuhan yang menimpa Serka Heru Santoso secara sadis, tragis dan brutal, oleh 4 tersangka yang kemudian didor oleh 11 anggota Kopassus.

Acara lepas sambut Hardiono dilakukan secara tertutup. Namun sempat terlihat ia disalami personel TNI. Hardiono ditemani penggantinya, Mayjen TNI Sunindyo.

(try/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT