GOWA Minta Megawati Keluarkan Izin Periksa Menteri Agama
Jumat, 08 Okt 2004 11:31 WIB
Jakarta - Koordinator Government Watch (GOWA) Farid R Faqih meminta Presiden Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat izin memeriksa Menteri Agama Said Agil Al Munawar terkait kasus dugaan mark up penyelenggaraan haji 2003-2004.Permintaan tersebut disampaikan Farid melalui sebuah surat yang disertai dokumen-dokumen dan diserahkan langsung kepada Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Sukri di Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (8/10/2004). Mensesneg Bambang Kesowo tidak ada di tempat karena sedang menunaikan ibadah umroh."Surat kami ajukan setelah pihak Mabes Polri menyatakan pemeriksaan terhadap Said Agil terhambat izin presiden. Kita berharap di akhir masa jabatan, Presiden Megawati mau berbuat sesuatu yang baik bagi penegakan korupsi. Kalau tidak bisa diperiksa, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kabinet SBY-JK untuk memberantas korupsi di Departemen Agama," ungkap Farid.Dikatakan Farid, kasus dugaan mark up penyelenggaraan haji telah dilaporkan GOWA sejak 2 Januari 2004 lalu meliputi, mark up biaya pondokan haji sebesar 150 riyal per jamaah, sehingga jika ada 205.000 jamaah maka negara dirugikan 30.750.000 riyal atau sekitar Rp 76,8 miliar."Sebagian dana ini sebesar U$ 58.600 telah diterima salah seorang adik menteri agama yang kini menjadi pegawai Pemda DKI Jakarta bernama Said Ali.Untuk itu, kita minta presiden segera mengeluarkan surat izin," demikian Farid.
(aan/)











































