Setelah Sekolah, Giliran RS Bersalin Diancam Bom di Palu
Jumat, 08 Okt 2004 10:18 WIB
Palu - Ancaman bom melalui telepon kembali terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Rumah Sakit Bersalin (RSB) Permata Bunda.Ancaman diterima oleh seorang perawat bernama Siti Hajna pada pukul 10.05 WITA, Jumat (8/10/2004). Pelaku yang bersuara wanita itu mengatakan akan meledakan RSB Permata Bunda pukul 12.00 WITA.Hajna kemudian mengatakan perihal ancaman bom ini kepada temannya sesama perawat, Hartati. Mendengar cerita rekannya, Hartati langsung menghubungi atasanya dan aparat kepolisian.Saat ini sejumlah personel polisi dari Polresta Palu dan Polsek Palu Timur sudah berdatangan ke lokasi. Mereka langsung melokalisir tempat-tempat yang dicurigai.Polisi membentangkan police line sepanjang 200 meter tepat di depan RS Bunda, Jl. Setiabudi No.21, Palu. Tidak hanya itu, mereka juga menutup lalu lintas di depan RS tersebut untuk umum.Tim gegana sendiri belum terlihat datang ke lokasi. Sementara itu, kejadian ini menarik perhatian ratusan warga. Mereka berusaha mencari tahu apa yang terjadi dengan berdiri di sepanjang sisi police line.Sekedar tahu, teror bom kali ini adalah yang kedelapan kalinya di kota tersebut. Sebelumnya diterima rumah dinas Wakapolda Sulsel, dan 6 sekolah.
(djo/)











































