F-PAN DPR Rapat Internal Tentukan Pimpinan Fraksi
Kamis, 07 Okt 2004 13:51 WIB
Jakarta - Perebutan ketua DPR dan MPR telah usai. Kegiatan di gedung DPR/MPR tidak seramai hari kemarin. Hanya digelar sejumlah rapat-rapat internal. F-PAN misalnya, menggelar rapat internal untuk menentukan calon ketua fraksi. Rapat internal F-PAN berlangsung di gedung Nusantara I, gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/10/2004). Rapat dihadiri oleh hampir seluruh anggota F-PAN. Di DPR, F-PAN memiliki 53 kursi. Anggota F-PAN Drajat Wibowo saat ditemui wartawan di sela-sela rapat mengaku, rapat membahas usulan nama-nama calon ketua dan sekretaris fraksi untuk menggantikan pimpinan fraksi sementara saat ini. Berdasarkan tata tertib hasi kongres PAN, F-PAN harus mengusulkan tiga calon ketua dan tiga calon sekretaris kepada DPP. Menurut Drajat, tiga nama yang akan diusulkan ke DPP untuk calon ketua fraksi adalah Abdillah Toha, Patrialis Akbar, dan Zulkifli Halim. Sedangkan untuk calon sekretaris fraksi adalah Muhammad Najib, Putra Jaya, dan Hakam Naja. "Nanti, di rapat harian DPP PAN, Rabu depan akan diputuskan, siapa yang akan dipilih. Nantinya, jabatan mereka hanya setahun dan akan dirotasi untuk memberi kesempatan kader yang lain," jelasnya. Drajat juga menginformasikan bahwa rapat internal juga membahas mengenai komisi. "Soal komisi dibahas juga, tapi masih mencari yang terbaik untuk ditempatkan di Komisi mana. PAN sendiri punya kader kuat di ekonomi, seperti perdagangan, industri dan BUMN. Jadi, sekitar Komisi V, VIII dan IX. Misalnya, Fuad Bawazier, Didik J Rachbini, dan saya sendiri," jelasnya. Untuk target pimpinan komisi, menurut Drajat, pihaknya belum memutuskan. Drajat menyesalkan ungkapan politisi yang akan menyapu bersih pimpinan komisi, karena hal itu akan bisa menciptakan polarisasi lagi. "Sebetulnya, polarisiasi di DPR dan MPR tidak akan sekeras kemarin, kalau sahja tidak ada pihak-pihak yang menyatakan akan sapu bersih pimpinan DPR dan pimpinan MPR. Dengan menyatakan itu, mereka menciptakan kondisi yang tidak sehat. Karena itu, saya menyesalkan adanya pernyataan politisi senior yang mengatakan sapu bersih komisi," ungkapnya.
(asy/)











































