Pemprov Banten Janjikan Perbaikan Jalan Rusak Serang-Lebak

Pemprov Banten Janjikan Perbaikan Jalan Rusak Serang-Lebak

Yasser Ali Harakan - detikNews
Rabu, 20 Mar 2013 13:46 WIB
Pemprov Banten Janjikan Perbaikan Jalan Rusak Serang-Lebak
Jalan Serang-Lebak diblokir warga. (Yasser/detikcom)
Serang -

Perwakilan Pemprov Banten akhirnya menemui ratusan warga yang menutup jalan Serang-Lebak di Kecamatan Kopo, Serang. Dalam pertemuan itu, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten menjanjikan akan segera memperbaiki jalan lintas provinsi yang rusak tersebut.

"Tepatnya tanggal 15 April kami DBMTR akan memperbaiki jalan ini," ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DBMTR Banten, Muchtar Sutanto usai bertemu warga di lokasi, Rabu (20/3/2013).

Namun Muchtar juga mengatakan pihaknya perlu menggandeng instansi lain yang terkait berkenaan dengan pengawasan kendaraan yang melintas di jalan tersebut. "Karena ibarat baju ukuran M atau S dipakai oleh orang yang badannya XL atau XXL, pasti rusak," tutur Muchtar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Muchtar tiba di lokasi, dua pejabat Pemprov Banten lainnya sudah lebih dulu menemui warga. Namun dalam pertemuan itu tidak dihasilkan apapun terkait tuntutan warga. Dua pejabat lain yang datang adalah Suskade dari Dishubkominfo dan Agung Nugroho dari Distamben Serang.

Ketua Forum Warga Cirabit Anas Mathovani mengungkapkan penyebab unjuk rasa ratusan warga ini karena tidak adanya perhatian Pemprov Banten mengenai kondisi jalan provinsi yang melalui wilayah mereka.

"Jalan yang menghubungkan Cikande Kabupaten Serang sampai Rangkas Bitung Kabupaten Lebak sepanjang 26,1 Km yang rusak parahlah yang menjadi penyebabnya. Kami sudah geram karena tidak juga diperbaiki," ucap Anas.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Banten yang membidani bidang infrastruktur, Miftahuddin, mengatakan Pemprov Banten harus segera merespons tuntutan warga. Karena jalan provinsi yang menghubungkan Serang dengan Lebak ini merupakan jalur vital.

"Pemprov harus merespons dengan cepat, betapa pentingnya jalur ini sebagai zona industri. Sebetulnya jalan ini sudah masuk jalan strategis nasional, artinya jalan ini juga bisa dibiayai oleh APBN bersama dengan APBD, tinggal bagaimana komunikasi dan upaya Pemprov Banten kepada Dirjen PU," papar Miftahuddin.

Miftah meminta pemprov menggunakan anggaran yang ada untuk memperbaiki jalan provinsi ini. "Untuk penanganan darurat saat ini DBMTR bisa menggunakan anggaran pemeliharaan rutin atau melakukan pergeseran anggaran supaya ini bisa segera ditangani," tegasnya.

Jalan provinsi yang menghubungkan Serang-Lebak ini kondisinya memang sudah cukup parah. Kondisi jalan berlubang, bergelombang dan banyak tumpahan pasir di sepanjang 25 Km jalan. Karena kondisi jalan itulah, warga yang berada di sekitar jalan tersebut melakukan pemblokiran.

Aksi terpusat di Desa Gabus Kecamatan Kopo Kabupaten Serang. Namun aksi pemblokiran jalan sudah dilakukan sejak Kecamatan Cikande, yang berjarak 2 Km dari pusat aksi. Warga menutup jalan dengan kursi dan juga pohon pisang yang ditanam pada lubang jalan. Mereka juga membawa spanduk yang memprotes kebijakan Gubernur Banten Ratu Atut karena tidak mempedulikan kondisi jalan provinsi.

(rmd/rmd)


Berita Terkait