Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Kompol M. Yoris Marzuki menyatakan penembakan itu dilakukan tersangka Rizky Darma Putra alias Gope (23). Senjata FN yang dipergunakan itu diperoleh dari tersangka Brigadir Gusnita Bakhtiar (32).
"Tersangka Gusnita mendapatkan senjata itu dari Abangnya dengan cara dibeli," kata Yoris kepada wartawan di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (6/3/2013) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menangkap 8 tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Idawati Br Pasaribu (70) warga Jakarta, Rini Dharmawati alias Cici (40) warga Batam, Julius alias Yus (40) warga Batam, Rizky Darma Putra alias Gope (23) warga Kuranji, Padang, Ashari (23) Jalan Brigjen Katamso, Medan, serta Iin Dayana (26) mantan Polwan yang dipecat dari Polresta Medan, yang tinggal di Jalan Rumah Potong Hewan, Medan.
Dua bintara polisi aktif yang turut diamankan. Masing-masing Brigadir Gusnita Bakhtiar (32) dan Bripda Aulia Pratama Zulfadli (22). Keduanya bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Seluruh tersangka yang ditangkap di beberapa tempat dan waktu terpisah dalam sepekan belakangan ini dan kini ditahan di Polresta Medan, Jalan HM Said, Medan.
Para tersangka bergerak atas inisiatif Ida. Perempuan tua itu memerintahkan pembunuhan karena suaminya, Berton Silaban, punya hubungan 'khusus' dengan korban.
Bidan Nurmala Dewi Tinambunan (31) ditembak mati pada Kamis (7/2/2013) sore di depan rumahnya di Jalan Pertahanan Gg. Indah, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Eksekusi itu yang dilakukan Gope itu didasari perintah berjenjang yang berasal dari tersangka Idawati Br Pasaribu (70) warga Jakarta.
(rul/trw)










































