Kader PPDK Duduki KPU Palembang
Senin, 04 Okt 2004 15:47 WIB
Palembang - Puluhan kader dan pengurus Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) menduduki kantor KPU Palembang di Kamboja. Mereka memrotes soal caleg yang tetap dilantik sebagai anggota Dewan, meskipun telah mengundurkan diri.Aksi pendudukan itu dilakukan sejak pukul 10.00, Senin (4/10/2004) dipimpin oleh Ketua DPD PPDK Sumsel, Soeparman Romans. Para pengunjuk rasa datang dengan menggunakan beberapa kendaraan roda dua dan empat. Mereka membentangkan spanduk dan beberapa pamflet.Mereka mempersoalkan tentang tetap dilantiknya anggota DPRD Palembang Azhari Soleh dari PPDK meskipun telah mengundurkan diri. Tulisan-tulisan di beberapa pamflet banyak mengecam Ketua KPU Palembang Kemas Khoirul Mukhlis. Misalnya "Mukhlis Adalah Penghisap Rakyat"; "Mukhlis Bandar Heroin";Setelah melakukan orasi di halaman kantor tersebut, akhirnya pada pukul 13.00 WIB dilakukan pertemuan antara perwakilan pengunjuk rasa dengan 4 anggota KPU Palembang minus Khoirul Mukhlis.Dalam pertemuan itu Soeparman Romans mempertanyakan kenapa KPU Palembang tetap merekomendasikan Azhari Soleh untuk dilantik sebagai anggota DPRD Palembang."Kami yakin ini telah ada kolusi. Ada uang dari semua ini," kata Soerparmans. Entah mengerti atau bingung, para anggota KPU itu tidak dapat memberikan jawaban yang jelas."Kami sudah minta Azhari untuk datang ke sini, memberikan penjelasan soal surat pernyataan pengunduran diri. Dia jawab tidak pernah membuat itu," kata Dencik Naya, anggota KPU Palembang.Mendengar keterangan itu para perwakilan pengunjuk rasa menjadi emosi. "Ini KPU, lembaga terhormat. Kok hanya bertanya melalui telepon. Surat ini sudah dikirim lebih dari sebulan lalu, tapi kok dijawab setelah ada pelantikan," kata seorang pengunjuk rasa.Lantaran empat anggota KPU Palembang tidak dapat memberikan jawaban yang tegas, para pengunjukrasa menduduki kantor hingga Khoirul Mukhlis mau bertemu dan memberikan klarifikasi dengan mereka.
(nrl/)











































