Saat ditemui usai menjadi pembicara sebuah acara seminar di Gedung YTKI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Hidayat mengakui bahwa Abraham bukanlah caleg PKS tahun 2004. Pria asal Makassar itu pernah tercatat sebagai bakal calon anggota DPR dan bukan anggota tetap.
"Masih bakal. Masih awal dan beliau mengundurkan diri," tegas Hidayat, Selasa (5/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Hidayat, penyebutan Abraham sebagai caleg PKS bukan untuk menyerang terkait kasus suap eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Apalagi memberi tekanan secara pribadi.
"Sekali lagi saya tegaskan beliau tidak pernah menjadi calon DPR dari PKS sekalipun," tegasnya.
Data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya memberi bukti. Abraham Samad pada 2004 memang maju untuk ke Senayan. Tapi bukan melalui jalur partai politik. Abraham maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) alias senator.
Berdasarkan data di KPU yang diperoleh detikcom, Selasa (5/2/2013) nama Abraham Samad masuk di peringkat 18. Dia memperoleh 86.951 suara sehingga Abraham tak lolos maju ke Senayan sebagai wakil daerah dari Sulsel. Hanya empat nama dengan suara tertinggi saja yang bisa jadi senator suatu provinsi.
(mad/nrl)











































