"PKS? Itu cuma arisan nasib. Kemarin PD, sekarang PKS, terus bisa saja Golkar. Watak politik itu korupsi masalahnya spektakuler atau tidak. Kalau di PD sih Nazar itu dahsyat, karena dia bendahara Demokrat, tapi lebih dahsyat lagi kalau presidennya PKS," kata Mubarok.
Hal ini disampaikan Mubarok usai mengikuti paparan hasil survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (3/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ngaturnya fair. Arisan Nasib. Itu faktanya saja, semua partai korupsi. Saya percaya hukum universal. Silakan saja, untuk bersihin kotoran Demokrat. Kita dukung KPK, arisan nasib itu bukan konspirasi," katanya.
Dia menilai sikap responsif PKS menanggapi penetapan tersangka Luthfi karena gugup. PKS belum matang menghadapi persoalan yang cukup rumit.
"Kita maklumi dia gugup apa yang dijadikan konsumsi," katanya.
(van/mad)










































