Pertemuan yang diselenggarakan tanggal 27 - 31 Januari 2013 membahas mengenai berbagai kebijakan dan isu seputar kerjasama politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, serta kerjasama regional di Asia Pasifik.
Menurut Pramono Anung, kehadiran delegasi Indonesia pada APPF ke-21 merupakan salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi dan kerjasama antar parlemen se Asia Pasifik dan membahas isu isu seputar kerjasama internasional dan kawasan yang semakin dinamis. Dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi khususnya perdagangan dan investasi, antisipasi perkembangan sosial yang terus meningkat, serta upaya menciptakan perdamaian dunia, koordinasi yang erat dan harmonis di tingkat parlemen perlu untuk ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duta Besar LBBP RI untuk Rusia dan Belarus, Djauhari Oratmangun mengatakan kehadiran delegasi Indonesia dapat mencairkan 'kebekuan' Pulau Russky serta menambah warna dalam memberikan berbagai kontribusi dalam peningkatan kerjasama antar parlemen di kawasan Asia Pasifik.
Β
Ditambahkan Djauhari, kunjungan delegasi RI ke Vladivostok merupakan momentum yang tepat untuk melihat langsung perkembangan Rusia, khususnya di Vladivostok, sebagai realisasi dalam mengembangkan wilayah Timur Jauh, yang mempunyai kemiripan dengan program MP3EI di Indonesia. Diharapkan kunjungan tersebut dapat memberikan kontribusi riil dalam peningkatan kerjasama bilateral dan mampu mengubah mindset masyarakat Indonesia terhadap Rusia yang saat ini mengalami perubahan yang cukup pesat di berbagai sektor.
Forum dengan agenda yang padat tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matvienko dan dihadiri oleh 500 orang delegasi dan partisipan dari 28 negara dan 8 organisasi internasional.
(asy/asy)











































