Banjir setinggi dua meter yang melanda Pluit selama empat hari sudah merendam beragam perumahan elite dan mobil mewah, mulai dari Maserati hingga Ferrari. Termasuk restoran mewah yang menyajikan masakan khas oriental, belum bisa beroperasi hingga hari ini, Senin (21/1/2013).
Personel Kopassus, TNI, Polisi, PMI, Pemda, dan berbagai instansi lainnya masih terus membantu ribuan korban banjir di kawasan ini. Anggota Kopassus sempat mengevakuasi 10 korban banjir dari Jalan Pluit Kencana dan Jalan Pluit Sakti yang dipenuhi dengan rumah-rumah besar, ke posko pengungsian di kantor Kecamatan Penjaringan.
Sejumlah pusat perniagaan di kawasan ini juga belum bisa beroperasi, walau sebagian gedung tidak terendam. Bank, hotel, dan ruko-ruko di Jalan Pluit Raya memilih tutup. Termasuk sebuah pom bensin di Jalan Permai Raya, Pluit, yang masih terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm.
Kawasan ini terendam banjir sejak Jumat (18/1) dengan ketinggian mencapai 2 meter. Tidak hanya ribuan warga yang menjadi korban banjir dari air laut dan air selatan ini, tapi termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Rumah Basuki di Pantai Mutiara Blok J No 39 turut terendam.
Gubernur Jokowi mengingatkan warga tertentu yang menawarkan jasa perahu agar tidak mematok harga selangit, mencapai Rp 500 ribu. Sebab warga Pluit tak semuanya kaya. "Karena ingat ya yang di Pluit itu tidak hanya orang kaya. Di baliknya itu warga yang tidak mampu banyak sekali," ujar Jokowi.
(vid/nrl)











































