Warteg Barokah, itulah nama rumah makan 'terapung' di Jatinegara ini. Sri, pemilik sekaligus pengelonya, harus berjuang melawan genangan air banjir yang diri untuk melayani konsumennya.
Banjir setinggi pinggang orang dewasa itu tidak membuat Sri surut untuk mencari nafkah. "Selagi bisa jualan kenapa enggak, apalagi rumah saya juga kena banjir," ujar Sri sambil melayani pembelinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maaf yah karena saya jualan di atas air makanya harganya saya naikkan sedikit," tuturnya.
Namun Sri mengaku tetap untung. Pasalnya, banjir yang menggenangi Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur sepanjang 500 meter ini, hanya warteg milik Sri yang menjual makanan.
"Lumayan mas kalau untungnya, ini saja kita masak terus karena cepat habis," tutup Sri.
(rvk/lh)











































