MMI Surabaya Tak Percaya Anggotanya Terlibat Bom Kedubes

MMI Surabaya Tak Percaya Anggotanya Terlibat Bom Kedubes

- detikNews
Minggu, 26 Sep 2004 12:39 WIB
Malang - Majelis Mujahidin Surabaya membantah anggotanya terlibat pengeboman di depan Kedubes Australia, 9 September 2004 lalu. Mereka juga tak percaya Sonhadi, anggota Departemen Tablighul Syariah Majelis Mujahidin Surabaya yang sudah ditangkap tekait pemboman itu.Bantahan disampaikan Ketua Majelis Mujahidin Surabaya, ustad Zulkarnain, di sela-sela Musyawarah Wilayah MMI Jawa Timur di Aula Balai Pelatihan Koperasi Karang Lo, Malang, Minggu (26/9/2004). Zulkarnain mengurai organisasinya tak percaya pelaku bom itu dilakukan anggotanya berdasarkan 2 hal. Pertama dilihat dari korban yang hampir semuanya WNI. Dan kedua, dari teknis dan cara pengeboman yang tidak mencerminkan karakter mujahidin. "Korbannya orang Islam dan saudara-saudara kita. Bagi para mujahidin bila sudah bekerja mereka tidak akan nanggung. Bila itu dilakukan ikhwan (sebutan bagi pria) Mujahidin tidak begitu hasilnya," kata Zulkarnain. Ustad Zulkarnain justru mempertanyakan Australia bisa lebih tahu secara detil tentang pemboman tersebut. Ia merujuk Alexander Downer yang menyebut pesan singkat (SMS) yang menyatakan ada ancaman bom bila Amir MMI Abu Bakar Ba'asyir tak dibebaskan, 45 menit sebelum bom meledak di depan Kedubes Australia. "Kenapa kok Downer tahu lebih dulu sebelum terjadi ledakan? Bahkan ia juga mengabarkan bila Ba'asyir tak dibebaskan maka akan terjadi ledakan? Ini sumbernya dari mana?" protesnya. Di Surabaya, lanjut Zulkarnain, ada 3 orang yang telah diciduk. Tapi ia belum mengetahui nama-nama yang ditangkap tersebut. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads