Heboh SMS Tawaran Menteri SBY
Sabtu, 25 Sep 2004 15:51 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh mengaku mendapat tawaran duduk di kursi kabinet oleh kubu SBY via SMS (layanan pesan singkat). Sementara kubu SBY membantah telah mengirimkan SMS tersebut."Kami tidak pernah mengirimkan SMS seperti itu," tukas Sekretaris Pribadi SBY, Heru Lelono, yang namanya dicatut sebagai pengirim SMS, kepada wartawan di kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2004).Heru kemudian menjelaskan secara panjang lebar soal heboh 'SMS Kabinet' tersebut. Menurut Heru, sejumlah tokoh yang menerima SMS itu adalah Adi Sasono, Egy Sudjana, Ginanjar Kartasasmita, dan Ali Masykur Moesa.Tawaran sebagai menteri tentunya meruapakan hal yang sangat mengejutkan. Agaknya karena itu, beberapa orang dari penerima SMS itu kemudian melakukan konfirmasi, baik ke Heru maupun langsung ke SBY. Adi Sasono misalnya, dia langsung bertanya kepada Heru, yang juga lewat SMS."Ini ada yang mencatut nama anda dan mencoba menjatuhkan nama SBY. Saya tidak percaya dengan SMS ini," kata Heru, menirukan bunyi pesan Adi Sasono yang dikirim kepada dirinya.Sekedar diketahui, bunyi SMS yang diterima oleh Adi Sasono adalah Diminta kehadirannya di Puri Cikeas hari Sabtu pukul 06.30 WIB. Jangan beritahu yang lain (Heru Lelono).Sedangkan bunyi SMS yang diterima oleh Ali Masykur Moesa sedikit berbeda. Heru mengungkapkan, tokoh PKB ini menerima pesan yang mengatakan dirinya adalah kandidat menteri yang direkomendasikan Yenny dan Gus Dur.Heru menegaskan, pihaknya sama sekali tidak pernah mengundang para tokoh itu ke Cikeas, apa lagi untuk membicarakan kabibet. Menurut Heru, nama calon menteri sepenuhnya ada di tangan SBY."Tidak ada orang lain yang tahu selain pak SBY. Memang ada pembicaraan dengan sejumlah orang tentang kabinet, namun itu hanya berbicara struktur bukan nama," tegas Heru."Ada pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan. Setahu saya orang-orang yang diundang ini bukan tokoh sembarangan. Jadi saya yakin orang yang mengirim sms juga bukan orang sembarang karena mengtahui nomor HP mereka," ujar Heru bersinyalemen.
(djo/)











































