"Saya sebagai gubernur mengajak semua masyarakat bahwa dari kasus penindakan yang dilakukan Densus Antiteror ini, menunjukkan bahwa kita sudah mulai tidak peduli dengan sekitar kita, karena informasi dari Bapak Kapolda, ada indikasi lima teroris yang tewas itu mendapat suplai tertentu dari masyarakat," kata Zainul di Mataram, Sabtu (5/1/2013) petang.
Zainul menekankan itu saat mendampingi Kapolda NTB, Brigjen Polisi Muhammad Iriawan, menjelaskan kronologi penggerebekan jaringan teroris Poso di Bima dan Dompu yang menyebabkan lima orang terduga teroris tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin saja menurut dia, masyarakat tidak mengetahui indikasi teroris pada orang yang diberi dukungan itu, namun dari pengalaman tersebut seyogyanya masyarakat lebih peka terhadap anasir-anasir asing, termasuk mengetahui pola hidup yang cenderung eksklusif baik dari sikap dan tingkah lakunya maupun paham keagamaannya.
"Karena itu, di NTB ini harus ada gerakan untuk tidak menyamankan mereka (teroris), membuat siapa pun yang punya niat destruktif itu gerah dan tidak bisa tinggal di NTB. Ini, yang dibutuhkan, dan hal ini juga perlu disampaikan di masjid-masjid dan tidak boleh membiarkannya," ujarnya.
Ketua DPD Demokrat NTB ini meminta seluruh bupati/wali kota di wilayah kepemimpinannya untuk lebih menekankan lagi kepada seluruh aparaturnya, di semua tingkatan.
"Saya instruksikan para bupati/walikota agar aktifkan semua jajaran pemerintahan sampai tingkat yang paling bawah, sampai kepala desa, dan kepala lingkungan, agar bisa mencermati hal-hal aneh yang tidak biasa," ujarnya.
Seperti diberitakan, polisi menembak mati lima terduga teroris di dua tempat terpisah di Bima dan Dompu. Dua terduga teroris yaitu Roy asal Makkassar, Sulawesi Selatan, dan Baktiar asal Bima, ditembak mati dalam penggerebekan di Mangge Nae, Kabupaten Bima. Penggerebekan dilakukan pada Jumat (4/1) pukul 18.00 Wita. Terjadi kontak senjata, karena ada perlawanan.
Sementara itu, tiga terduga teroris lain identitasnya belum diketahui. Mereka ditembak mati saat Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek di tempat persembunyian mereka di Dusun Kendai 2, Desa Bintek, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Sabtu pagi.
(ega/ega)











































