Kutipan bait dari puisi dua pemalak, Faisal Muchlis dan Ricky Maulana, yang kerap beroperasi di dalam angkutan kota 03 rute Rawamangun-Senen. Menurut Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni, modus yang digunakan dua pelaku tersebut adalah untuk menarik simpati penumpangnya agar memberi uang kepada mereka.
"Mereka orasi untuk menarik simpati korban," kata Mulyadi di Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Selasa (1/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyadi menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban bernama Farham turun dari angkot yang dia tumpangi di seputaran Rawamangun.
"Saat turun korban dibuntutin pelaku dan dimintai dompet serta HP-nya," terang Mulyadi. Kerugian ditaksir Rp 800 ribu.
Salah seorang tersangka, Faisal, mengaku saat melakukan aksinya mereka terlebih dahulu menegak minuman beralkohol. "Biar pede aja," kata Faisal.
Uang yang didapat dari hasil pemalakan, selanjutnya akan dibelikan minuman keras oleh pelaku. "Untuk beli minuman (alkohol)," ujarnya.
Kini keduanya terancam pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(ahy/asp)










































