Sebelum Beraksi, Pemalak Bermodus Orasi di Angkot Minum Alkohol

Sebelum Beraksi, Pemalak Bermodus Orasi di Angkot Minum Alkohol

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 01 Jan 2013 16:46 WIB
Sebelum Beraksi, Pemalak Bermodus Orasi di Angkot Minum Alkohol
Ilustrasi (agung/detikcom)
Jakarta - "... Bapak-bapak, ibu-ibu, saya baru keluar penjara, sedang mencari pekerjaan, mohon keikhlasannya untuk bantu cari pekerjaan."

Kutipan bait dari puisi dua pemalak, Faisal Muchlis dan Ricky Maulana, yang kerap beroperasi di dalam angkutan kota 03 rute Rawamangun-Senen. Menurut Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni, modus yang digunakan dua pelaku tersebut adalah untuk menarik simpati penumpangnya agar memberi uang kepada mereka.

"Mereka orasi untuk menarik simpati korban," kata Mulyadi di Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Selasa (1/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faisal dan Ricky ditangkap aparat, Rabu (28/12/2012) pekan lalu, saat beraksi di angkutan umum. Dua pria bertato itu ditangkap atas laporan salah seorang penumpang yang hari itu juga menjadi korban pemalakan mereka.

Mulyadi menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban bernama Farham turun dari angkot yang dia tumpangi di seputaran Rawamangun.

"Saat turun korban dibuntutin pelaku dan dimintai dompet serta HP-nya," terang Mulyadi. Kerugian ditaksir Rp 800 ribu.

Salah seorang tersangka, Faisal, mengaku saat melakukan aksinya mereka terlebih dahulu menegak minuman beralkohol. "Biar pede aja," kata Faisal.

Uang yang didapat dari hasil pemalakan, selanjutnya akan dibelikan minuman keras oleh pelaku. "Untuk beli minuman (alkohol)," ujarnya.

Kini keduanya terancam pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(ahy/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini