Puluhan orang juga menyemut di sekitar lokasi. Ada yang harap-harap cemas anggota keluarganya segera dievakuasi, tapi banyak pula yang hanya sekadar menonton ratusan rumah terendam banjir.
Di tengah proses evakuasi, ada sekelompok anak muda yang berada di lintasan tiang penyangga jalan layang yang menghubungkan Jalan Kalibata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu orang terjun, yang lain mengikuti. Satu per satu mereka terjun. Ada yang bergaya mirip atlet, ada pula yang sembarang meloncat dengan posisi kaki lebih dulu di bawah. Aksi ini berbahaya karena Kali Ciliwung tengah meluap dan berarus deras.
Polisi mencoba memperingati mereka dari kejauhan. Namun tak dihiraukan. Mungkin karena ditonton banyak orang, mereka berulang kali memamerkan 'loncat indah' di Kali Ciliwung. Wuihh...
Warga yang asyik menonton atraksi dadakan ini bergegas mengabadikannya dengan telepon genggam. Sementara di pinggir kali, petugas SAR masih sibuk mengayuhkan rakit untuk menjemput warga yang terjebak di rumahnya.
Ulah sekelompok pemuda ini membuat 'kesal' Kapolsek Pancoran, Kompol I Nengah Adi Saputra. Dia meminta petugasnya menghentikan atraksi nekad di tengah banjir tersebut.
"Ada anak-anak muda yang coba berenang saya larang, saya larang terjun karena arus di bawah deras," kata Adi kepada detikcom di lokasi.
Di Kelurahan Rawajati, banjir merendam RW 07 yang mencakup RT 01-06. Untuk RT 03-06 banjir tidak terlalu tinggi karena lokasinya berada di atas.
Sementara tenda pengungsian dan dapur umum juga sudah didirikan di Jalan Bina Warga. Pantauan detikcom, banyak warga juga mengungsi di puskesmas yang letaknya berdekatan dengan tenda pengungsian.
(fdn/mad)











































