Didiek menegaskan, di Jawa Tengah telah disiagakan 12.682 pasukan gabungan untuk pengamanan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013. Jumlah tersebut belum terhitung pasukan cadangan yang juga telah disiapkan. Pasukan tersebut akan disiagakan untuk pengamanan bahkan hingga menjaga gereja-gereja di daerah terpencil di Jawa Tengah.
Meskipun pengamanan akan dilakukan merata, namun ada beberapa kota besar yang mendapat perhatian khusus. Salah satunya adalah Kota Solo, yang beberapa bulan lalu diwarnai serangan terhadap polisi dan pos-pos polisi oleh kelompok tertentu. Bahkan Didiek menegaskan fungsi pos polisi akan lebih diperluas dan diperkuat jumlah personel maupun senjatanya.
"Kalau pada tahun lalu kan pos polisi itu sebetulnya hanya kita fungsikan untuk pos pengaturan lalu-lintas. Tahun ini akan kita perluas juga untuk pos pengamanan. Personel yang berjaga juga kita bekali dengan senjata lengkap," ujar Didiek kepada wartawan usai memimpin apel siaga pengamanan Natal dan Tahun Baru di Lapangan Kotabarat, Solo, Jumat (21/1/2012).
Didiek juga mengancam tegas akan menembak mati jika ada pihak-pihak tertentu yang meresahkan masyarakat dengan tindak terorisme. "Untuk aksi terorisme akan dilakukan tembak di tempat. Langsung tembakan mati. Tidak ada itu tembakan peringatan. Kena ndhase ya ndhase (kena kepalanya ya ditembak kepalanya). Pengamanan dari ancaman teror tidak bisa dikendorkan," ujar Didiek dengan nada geram.
Usia apel, ribuan pasukan gabungan TNI, Polri, dan perwakilan ormas di Lapangan Kotabarat itu langsung melakukan pawai unjuk kekuatan berkeliling Kota Solo. Selain mengendarai sepeda motor, mereka juga menggunakan sejumlah truk serta kendaraan lengkap dengan senjata serbu.
(mbr/trw)











































