Radar Cengkareng Mati Memperburuk Citra Penerbangan Indonesia

Radar Cengkareng Mati Memperburuk Citra Penerbangan Indonesia

- detikNews
Kamis, 20 Des 2012 18:40 WIB
Radar Cengkareng Mati Memperburuk Citra Penerbangan Indonesia
ilustrasi
Jakarta - Radar yang mati di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Minggu (16/12) lalu menjadi sorotan banyak pihak. Pakar penerbangan Chappy Hakim menyebut insiden ini memperburuk citra Indonesia di mata penerbangan internasional.

"Di sisi lain itu membenarkan FAA (Federal Aviation Administration) yang meletakkan bandara kita di kategori kedua. Yang berarti kita belum bisa memenuhi persyaratan terbang minmal, yang disyaratkan oleh FAA," jelas Chappy kepada wartawan di gedung BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).

Menurutnya sudah saatnya pihak-pihak terkait segera melaksanakan perintah UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya, ATC harus dikelola dalam satu organisasi sendiri, satu wadah sendiri , single provider, pengaturan lalu lintas udara, pengaturan navigasi udara harus dalam satu wadah yang terpisah dari organisasi yang mengurus airport dan lain-lain," jelas mantan KASAU.

Menurutnya, matinya radar di Cengkareng juga menunjukkan ketidakseriusan pihak bandara dalam mengerjakan tugasnya.

"Nggak bisa hitung berapa kerugiannya. Tapi yang jelas itu mencemarkan nama baik kita," kata Chappy.

Chappy juga menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama dan bekerja keras untuk meningkatkan posisi Bandara Soekarno-Hatta menjadi kategori satu.

(/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini