Laporan KNKT

Detik-detik Menegangkan Jatuhnya Pesawat Sukhoi

- detikNews
Selasa, 18 Des 2012 13:05 WIB
Jakarta - Tragedi Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak terjadi pada 9 Mei 2012. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan hasil investigasi detik-detik kecelakaan yang menewaskan 45 orang itu.

Hasil investigasi tersebut disampaikan oleh Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). Jumpa pers dihadiri pula oleh Dubes Rusia di Jakarta dan Dirjen Hubud.

Berikut detik-detik jatuhnya pesawat komersial tersebut:

Pukul 14.24 WIB, Pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach dan memberikan informasi bahwa pesawat telah berada pada radial 200 HLM VOR dan telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.

Pukul 14.26 WIB, Pilot meminta izin untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki serta untuk membuat orbit ke kanan (lintasan melingkar ke kanan).

Izin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach. Tujuan pilot untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki dan membuat orbit adalah agar pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06.

Pukul 14.32 WIB, berdasarkan waktu yang tercatat di Flight Data Recorder (FDR) pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada radial 198 dan 28 Nm HLM VOR dengan ketinggian sekitar 6.000 kaki di atas permukaan laut.

38 Detik sebelum benturan, Terrain Awareness Warning System (TAWS) memberikan peringatan berupa suara: TERRAIN AHEAD, PULL UP dan diikuti oleh 6 kali 'AVOID TERRAIN'.

PIC (Pilot in command) mematikan TAWS tersebut karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersebut diakibatkan oleh database yang bermasalah.

7 Detik menjelang tabrakan, terdengar peringatan berupa suara: LANDING GEAR NOT DOWN yang berasal dari sistem peringatan pesawat.

Peringatan LANDING GEAR NOT DOWN aktif apabila pesawat berada pada ketinggian kurang dari 800 kaki di atas permukaan tanah dan roda pendarat belum diturunkan.

Pukul 14.50 WIB, petugas Jakarta Approach menyadari bahwa target pesawat Sukhoi RRJ95B sudah hilang di layar radar, tidak ada bunyi peringatan sebelum lenyapnya titik target pesawat dari layar radar.


(aan/nrl)