Saat detikcom mengunjungi rumah gedong itu, Jumat (14/12/2012), suasana tampak sepi. Rumah itu seakan tidak berpenghuni. Pintu pagar besi digembok. Menurut tetangga sekitar, Deni dan Ajeng serta anaknya telah meninggalkan rumah itu sejak Selasa (11/12/2012), sehari setelah istri sah Deni, Fitriani Wulan, mendadak berkunjung ke rumah yang selama ini disembunyikan Deni itu.
Siang tadi, tiba-tiba Deni muncul di kampung itu. Dengan mengendarai mobil Toyota Avanza silver, Deni tampak keluar dari rumah orang tua Ajeng, yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah berlantai dua yang selama ini ditinggali Deni dan Ajeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deni mengaku memang tinggal di rumah itu sejak tahun 2009. Dia juga mengaku sempat menikahi Ajeng tanpa wali dan penghulu. "Tapi kemudian menikah kembali," ujar Deni yang saat itu mengenakan pakaian santai.
Tentang kepemilikan rumah, Deni memiliki pernyataan berbeda-beda. Kamis (13/12/2012) kemarin, Deni mengaku saat ini sudah bisa mencicil rumah yang dia tinggali bersama Ajeng. "Dulu saya mengontrak, tapi sekarang sudah bisa mencicil rumah," kata Deni kemarin. Dan hari ini, pernyataan Deni berbeda lagi.
Terlepas dari pengakuan Deni, para tetangga meyakini bahwa rumah bagus itu memang milik Deni. Salah satunya pengakua Agus, pemilik warung nasi di dekat rumah tersebut. Menurut dia, rumah itu dipasangi bendera PAN, karena Deni memang menjabat ketua DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu, kata Agus, setelah rumah itu selesai dibangun pada 2009, Deni juga menggelar syukuran rumah tersebut dengan mengundang warga. Setelah syukuran, Deni dan Ajeng kemudian tinggal di rumah tersebut.
"Wah itu tidak benar pak. Ini rumah Deni Ramdani Sagara dan bukan rumah kontrakan yang dimiliki orang lain. Bisanya ada petugas membersihkan ruangan ini, tapi sekarang tidak terlihat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 02/03 Sulaeman (55) mengatakan, Deni Ramdani Sagara memang warganya. Tetapi sejak adanya persoalan sangat menghebohkan dengan istri sahnya yang datang dari Bantul, Deni bersama istri sirinya meningalkan tempat ini. "Kalau saya tahu istrinya itu Bu Ajeng. Karena, sesuai laporan dia, ini istri yang pertama," jelas Sulaeman.
Seperti diberitakan sebelumnya, Deni dilaporkan istrinya, Fitriani, yang telah memberikan tiga anak ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kab Tasikmalaya, Polres Taksikmalaya, dan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Fitriani mengaku ditelantarkan Deni selama ini. Puncaknya pada Senin (10/12/2012) malam, saat Fitriani dan anak-anaknya datang dari Bantul ke rumah Deni di Indihiang. Fitriani yang sedang hamil 8 bulan itu bukannya mendapat sambutan senyuman dari Deni, tapi malah diusir dan diminta menginap di hotel.
Fitriana datang ke Tasikmalaya untuk memastikan informasi yang diterimanya beberapa hari lalu bahwa suaminya telah hidup bersama dengan istrinya barunya. Dan ternyata, suaminya telah menikah lagi sejak 2007 lalu tanpa memberitahu dirinya. Hati Fitriani pun hancur. Kini, Fitriani yang akan melahirkan anaknya yang keempat bulan mendatang tidak mau mempertahankan ikatan pernikahannya dengan Deni. Fitriani sudah tidak mau terima atas kebohongan-kebohongan suaminya selama ini.
(asy/asy)











































