Ada Temuan Oplosan Babi, Pedagang Daging Dijauhi Pembeli

Ada Temuan Oplosan Babi, Pedagang Daging Dijauhi Pembeli

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 14 Des 2012 11:25 WIB
Jakarta - Suku Dinas Peternakan Jakarta Utara menerima keluhan dari para pedagang daging di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak tersiar kabar temuan bakso oplosan daging babi di salah satu kios di sana, dagangan mereka dijauhi pelanggan.

"Para penjual di pasar juga kesal dengan tempat penggilingan itu, karena orang-orang kan bisa nggak mau membeli di tempat mereka," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta, Nasir, saat dihubungi, Jumat (14/12/2012).

Nasir pun bertemu ketua persatuan pedagang daging di pasar yang terletak di Jalan MHT, Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal ini untuk menghindari amukan massa terhadap tempat penggilingan yang diduga mencampur daging sapi dengan daging babi.

"Ada persatuannya di sana, ketuanya dipanggil Pak Haji, marah-marah dia ke tempat penggilingan milik Surono itu," ujar Nasir.

Nasir mengetahui tempat penggilingan tersebut telah beroperasi selama tiga tahun. Namun Nasir belum bisa memberikan sanksi kepada tempat tersebut, karena yang salah adalah yang memasarkan ke masyarakat.

"Saya lihat sudah beroperasi tempat penggilingan itu selama 3 tahun, masih beroperasi hari ini. Karena untuk tempat penggilingan nggak ada sanksi apa-apa, yang salah yang jual ke masyarakat," ujar Nasir.

Nasir berencana akan melakukan pengembangan untuk menghindari dampak dari isu baso bercampur daging babi ini. "Nanti kita akan melakukan penyidikan lanjut ke pedagangnya, karena yang giling di situ banyak ada puluhan," tutup Nasir.

Sebelumnya, Sudin Peternakan Jakarta Utara mendapatkan salah satu dari 16 sample daging olahan baso yang diuji di laboratorium mengandung daging babi. Pemilik sample tersebut adalah Yono, seorang penjual bakso di Tanjung Priok, yang sering menggiling basonya di tempat penggilingan milik Surono.

(vid/lh)


Berita Terkait