"Di Surabaya itu istri mudanya. Jadi perjalanannya dari Surabaya dalam rangka mengunjungi istri muda," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Penyidik masih mendalami apakah Roki melakukan aktivitas teror di luar jadwal dia yang mengunjungi istri mudanya itu. "Kita belum tahu ada aktivitas lain di luar mengunjungi istrinya, sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan," ungkap Boy.
Dari pemeriksaan sementara, diketahui Roki berhasil meloloskan diri dari jeruji besi Polda Metro Jaya saat 30-an wanita bercadar berkunjung ke salah seorang tahanan yang berada di tempat yang sama.
"Apakah yang memberikan kepada Roki atau disiapkan sebelumnya, nanti akan terungkap di pemeriksaan," paparnya.
Roki adalah otak kelompok bom Klaten. Roki juga tercatat memiliki keahlian dalam merakit bom.
Roki dan tiga temannya ditangkap di Madiun setelah menempuh perjalanan dari Surabaya, pada pukul 19.30 WIB, Senin (11/12/2012).
(ahy/lh)











































