"Itu masalah teknis saja, rundingkan baik-baik antara Polri dan KPK. Dari awal koruptor berusaha melemahkan pemberantasan korupsi," ujar mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.
Hal tersebut dia sampaikan di Gedung Purna Wira, Jalan Darmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012).
Menurut Bibit, pada saat dia menjadi pimpinan KPK, persoalan penarikan penyidik juga sudah terjadi. Namun bisa diselesaikan lewat cara baik-baik.
"Itu macam-macam, ada yang mau ditarik akhirnya nggak jadi, kita koordinasikan baik-baik. Tentunya kita juga harus memperhatikan instansi asal," imbuh pensiunan Polri ini.
Meski begitu, Bibit juga menilai persoalan penyidik bukan yang utama di KPK. Sebab, tugas penyidik biasanya hanya pemberkasan. Justru, tugas penyelidik yang berat.
"Yang berat itu kan penyelidikan harus menemukan dua alat bukti," tegasnya.
Pria yang pernah jadi korban kriminalisasi ini juga meminta KPK jangan mau dipecah belah. Bila ada upaya pelemahan, internal lembaga antikorupsi itu harus solid.
"Ini kebocoran rahasia di dalam juga tidak boleh terjadi. Soliditas di dalam diutamakan. Dalam diskusi itu berani mengalah, menerima pendapat, dan berani mengambil jalan keluar terbaik," pesannya.
(mad/mad)











































