Kurangi Tampil di Media
SBY 'Bertapa' di dalam Rumah
Selasa, 21 Sep 2004 16:58 WIB
Bogor - Selasa (21/9/2004) dari pagi hingga sore ini, capres SBY tidak mau ditemui wartawan. SBY sengaja tidak mau sering tampil di media, sebagai upaya cooling down. SBY juga tidak tampak keluar dari rumahnya. Sejak SBY dipastikan melalui hasil quick count sebagai presiden baru, sejumlah wartawan 'berjaga' di rumah SBY di Puri Cikeas Indah, Cibubur, Kabupaten Bogor. SBY terakhir keluar rumah menemui wartawan pada Senin (20/9/2004) malam seusai menyampaikan pidato. Sebenarnya hari ini, SBY tetap beraktivitas terkait pilpres II. Salah satunya, SBY memimpin rapat bersama Kalla dan para pimpinan parpol pendukungnya membahas pembentukan pemerintahan baru. Namun, seusai rapat, SBY tidak mau keluar rumah dan mempercayakan kepada Kalla, Hidayat Nurwahid, dan Alwi Shihab untuk menggelar jumpa pers. Dan sampai pukul 16.40 WIB, SBY tetap tidak keluar rumah. Padahal, selain wartawan akan mewancarainya, puluhan tamu juga telah berkumpul sejak siang hanya untuk bertemu SBY. Wartawan sempat meminta kepada M Lutfi, ketua umum HIPMI yang kini menjadi koordinator media massa Tim SBY-Kalla, agar membujuk SBY keluar rumah menemui wartawan. Wartawan berkeinginan untuk menanyakan program-program SBY bila ditetapkan sebagai pemenang pilpres oleh KPU. "Ok, nanti saya sampaikan," kata Lutfi. Lantas, Lutfi pun masuk ke dalam rumah, menemui SBY. Sekitar 1 jam, Lutfi baru keluar rumah dan menemui wartawan yang berkumpul di pendopo rumah. "Maaf, bapak tidak bersedia memberikan keterangan pers. Beliau mau cooling down, dengan tidak terlalu ingin sering muncul di media massa. Ini sebagai tenggang rasa kepada pihak lain yang juga cooling down," kata Lutfi. Lantas, Lutfi menjanjikan SBY akan menemui wartawan pada Rabu (22/9/2004) besok. "Saya usahakan deh beliau akan memberikan keterangan pers besok pagi untuk menanggapi soal penghitungan suara secara IT KPU," kata Lutfi. Tidak lupa, Lutfi juga berpesan agar para wartawan tidak menanyakan kepada SBY mengenai hal-hal berkaitan kabinet. "Tolong, soal kabinet, itu masalah yang agak malas beliau jawab. Tolong hindari pertanyaan itu. Karena kita mau cooling down," ungkapnya.Masih Banyak Tamu Sementara itu, sampai sore ini, situasi di rumah SBY masih terlihat banyak tamu. Namun, jumlahnya hanya puluhan, tidak seramai semalam. Sebagian besar berasal dari daerah, seperti Makassar, Gorontalo, dan lain-lain. Mereka datang sejak siang hari. Mereka ingin sekadar bertemu SBY atau istrinya, Ny Kristiani. Namun, mereka belum diperkenankan untuk masuk ke dalam rumah untuk bertemu mereka. Para tamu masih berkumpul di pendopo rumah sambil menonton televisi. Di pendopo itu, memang disediakan dua televisi berukuran besar. Seorang tamu, Ny Petty, mengaku datang dari Makassar. Dia merupakan salah seorang pengurus Partai Demokrat di sana. Dia tampaknya masih berkeinginan untuk bertemu SBY. "Kan sebaiknya Pak SBY keluar dulu barang sebentar. Tidak perlu bersalaman, cukup melambaikan tangan, saya sudah seneng kok. Kan saya jauh-jauh datang ke sini," ungkapnya. Sementara sejumlah ibu-ibu yang mengaku sebagai Kelompok Perempuan Demokrat juga berharap sama. "Kami berharap bisa bertemu SBY untuk sekadar mengucapkan selamat. Bila tdiak ketemu bapak, ketemu dengan ibu juga gak apa-apa," ujarnya. Ada lagi seorang ibu dari Gorontalo. Dia mengaku ingin bertemu SBY untuk meminta koreksi atas penerjemahan lagu 'Pelangi di Matamu' ke dalam bahasa Inggri dan Gorontalo. Sekadar mengingatkan, lagu yang dipopulerkan Jamrud itu sering dinyanyikan SBY saat kampanye lalu.
(asy/)











































