Salah satu warga, Sobikhatun mengatakan hujan selama satu setengah jam yang melanda Semarang Senin kemarin sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan air sungai di daerah tersebut meluap. Akibatnya air setinggi setengah meter menggenangi jalan hingga hampir masuk ke warung milik Sobikhatun.
"Kemarin sekitar 50 sentimeter, kalau ada mobil lewat langsung masuk warung airnya," kata Sobikhatun di Tlogosari Kulon, Semarang, Selasa (4/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari dulu ya banjir, tidak ada perubahan. Kalau sudah seperti ini paling dua hari baru surut. Itu saja kalau tidak hujan lagi nanti," tandasnya.
"Dulu pernah dijanjikan akan ada peninggian jalan dari pemerintah kota, tapi sampai sekarang belum ada apa-apa," imbuh Sobikhatun.
Banjir yang melanda Tlogosari Kulon tersebut mempengaruhi pendapatan di sejumlah toko yang berjajar di sana. Menurut Sobikhatun, pendapatannya berkurang 50 persen jika banjir datang.
"Di sini termsuk jalan utama, kalau banjir pendapatan jelas berkurang. Saya harap pemerintah mau menyikapi banjir ini," ujar Sobikhatun.
Warga lainnya, Mulyono mengatakan jika hujan turun lebih dari tiga jam, dipastikan air akan masuk ke gang yang lebih tinggi. "Semakin ke utara banjirnya semakin dalam karena datarannya juha semakin rendah," pungkas Mulyono.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, selain Kelurahan Tlogosari Kulon, daerah kawasan Kecamatan Pedurungan yang menjadi titik rawan banjir adalah Kelurahan Kalicari, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kelurahan Gemah, dan Kelurahan Pedurungan Kidul.
(alg/trw)










































