"Bisa jadi ya (Prabowo) jadi ancaman, tapi Setgab itu belum punya kesepakatan usung siapa. Bahwa PAN ada Hatta, PKS, PKB, PPP belum, dan Partai Golkar sudah ada calon. Paling tidak setgab punya kepentingan bahwa mereka punya posisi tawar bisa jadi menjegal Prabowo atau justru alat tawar yang kuat untuk hadapi Prabowo. Mereka bisa jadi mengincar Prabowo," kata peneliti The Indonesian Institute, Hanta Yuda.
Hal itu disampaikan dalam diskusi MPR bertema 'Praktik Kongkalikong dan Upaya Pemberantasan Korupsi' di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa jadi dengan tidak ada revisi ini menegaskan partai besar tetap ingin dominasi dan hegemoni kandidat capres karena tiketnya mahal, kalau mau harus koalisi. Tapi partai kecil juga punya posisi tawar paling tidak untuk melengkapi," ungkapnya.
"Ini tantangan Prabowo, kalau tidak membangun koalisi sulit untuk maju sebagai capres. Ini tidak menentukan menang kalah tapi siapa yang bisa naik ring kontestansi. Jadi harus ada komuniksi politik," lanjut Hanta.
Ia menuturkan, Prabowo butuh partai yang signifikan untuk maju sebagai capres. Setidaknya perlu menggandeng tiga atau empat partai yang dapat tiket cawapres.
"Paling mungkin Demokrat, tapi apakah mau pak SBY? Kalau parpol besar lain Partai Golkar agak sulit kecuali kasih Ical jadi cawapres. PDIP meski ada kedekatan (Prabowo) dengan Bu Mega, masih mungkin karena kabarnya masih mau maju Jadi tergantung bu Mega, SBY dan Ical," terangnya menganalisa.
(bal/fdn)











































