UU Pilpres Tak Direvisi, Benarkah Berniat Jegal Prabowo?

UU Pilpres Tak Direvisi, Benarkah Berniat Jegal Prabowo?

M Iqbal - detikNews
Senin, 03 Des 2012 19:49 WIB
Jakarta - Setgab koalisi bersepakat untuk mempertahankan Presidential Treshold (PT) sebesar 25 persen suara pileg atau 20 persen kursi di DPR. Kesepakatan setgab ini menimbulkan pertanyaan, ingin menjegal Prabowo atau justru tengah mengincarnya?

"Bisa jadi ya (Prabowo) jadi ancaman, tapi Setgab itu belum punya kesepakatan usung siapa. Bahwa PAN ada Hatta, PKS, PKB, PPP belum, dan Partai Golkar sudah ada calon. Paling tidak setgab punya kepentingan bahwa mereka punya posisi tawar bisa jadi menjegal Prabowo atau justru alat tawar yang kuat untuk hadapi Prabowo. Mereka bisa jadi mengincar Prabowo," kata peneliti The Indonesian Institute, Hanta Yuda.

Hal itu disampaikan dalam diskusi MPR bertema 'Praktik Kongkalikong dan Upaya Pemberantasan Korupsi' di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika PT tidak direvisi maka kemungkinan besar tidak ada satu partai pun yang bisa mencalonlan nama capres kecuali dengan koalisi. Tetapi petanya saat ini adalah siapa figur yang memiliki daya elektoral kuat atau kandidat alternatif yang punya kans, maka partai akan mendekat.

"Bisa jadi dengan tidak ada revisi ini menegaskan partai besar tetap ingin dominasi dan hegemoni kandidat capres karena tiketnya mahal, kalau mau harus koalisi. Tapi partai kecil juga punya posisi tawar paling tidak untuk melengkapi," ungkapnya.

"Ini tantangan Prabowo, kalau tidak membangun koalisi sulit untuk maju sebagai capres. Ini tidak menentukan menang kalah tapi siapa yang bisa naik ring kontestansi. Jadi harus ada komuniksi politik," lanjut Hanta.

Ia menuturkan, Prabowo butuh partai yang signifikan untuk maju sebagai capres. Setidaknya perlu menggandeng tiga atau empat partai yang dapat tiket cawapres.

"Paling mungkin Demokrat, tapi apakah mau pak SBY? Kalau parpol besar lain Partai Golkar agak sulit kecuali kasih Ical jadi cawapres. PDIP meski ada kedekatan (Prabowo) dengan Bu Mega, masih mungkin karena kabarnya masih mau maju Jadi tergantung bu Mega, SBY dan Ical," terangnya menganalisa.

(bal/fdn)


Berita Terkait