"Kalau di Brunei, nanti saya mengharumkan nama Brunei. Datuk saya kan dulu pejuang. Dia berjuang tanpa pamrih untuk negeri ini. Saya juga harus begitu," ungkapnya tanpa menyesal sedikitpun, saat ditemui di kamar Mess Pemprov Jambi, Jalan Cidurian, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2012).
Meski ia merasa kecewa dengan perlakuan pemerintah terhadap mantan atlet seperti dirinya ini, namun ia mengaku bangga pernah mengharumkan nama bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leni mengaku sebelum meninggalkan pendidikannya, ia pernah menanyakan nasib sekolahnya kepada pengurus KONI Jambi. "Kata pengurus KONI Jambi waktu itu, dia akan menjamin pendidikan saya. Tapi setelah saya pensiun dan kepengurusan di KONI juga sudah ganti, ternyata jaminan pendidikan itu tidak terwujud," keluhnya.
Bagi Leni, saat ini yang paling penting adalah kesehatan Fasiha. Dengan modal pendidikan yang minim, ia cukup kesulitan memperoleh pekerjaan yang dapat membiayai penyakit langka putri bungsunya ini. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan lapangan pekerjaan untuknya.
"Saya tidak mau hanya mengharapkan bantuan dana dari orang lain. Meskipun saya bersyukur saat ini banyak pihak yang membantu, namun saya tidak ingin mengulurkan tangan terus-menerus. Saya juga harus berusaha," tegasnya.
Ketika masih menjadi atlit, setiap kali mengikuti kejuaraan, Leni selalu mendapatkan medali. Sejak tahun pertamanya mengikuti Kejuaraan Dayung Junior di Jawa Barat, ia langsung memperoleh medali emas. Prestasinya di tingkat nasional semakin cemerlang hingga ia dapat mengikuti kejuaraan internasional.
Pada Sea Games yang diselenggarakan di Jakarta tahun 1997 ia menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak. Pada kejuaraan dunia perahu naga di Hongkong, ia kembali mendapatkan 3 medali emas. Dalam kejuaraan Asia di Teipei tahun 1998, ia pun membawa pulang 1 medali emas. Pada kejuaraan terbuka di Australia ia juga mendapatkan 1 medali emas.
Di Sea Games terakhirnya pada tahun 1999 di Brunei Darussalam, ia menggondol 1 medali emas dan 1 medali perak.
(ahy/gah)










































