"Kami menghargai setiap hasil survei, survei yang dirilis oleh LSI kemarin tidak menggambarkan pilihan rakyat sesungguhnya. Karena respondennya cuma 200-an dan terdiri dari kaum cerdik pandai, selera kaum cerdik pandai berbeda dgn pilihan rakyat," kata Jubir Partai Gokar Tantowi Yahya saat dihubungi, Kamis (29/11/2012).
Menurutnya, setiap hasil survei dari lembaga apapun pasti menjadi pembahasan dan pertimbangan Golkar, tetapi belum tentu menjadi rujukan seperti survei LSI kemarin. Ada perbedaan pandangan politik antara opinion leader dengan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan Pilkada DKI dan Pilpres 2009. Dalam Pilpres 2009 kebanyakan cendekiawan saat itu memilih Jusuf Kalla ketimbang Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi pada kenyataanyanya meski Jusuf Kallah dipilih cendikiawan ia tetap kalah.
"Dalam Pilkada DKI juga saat itu tidak ada cendekiawan (opinon leader) yang memprediksi Jokowi akan menang, tetapi nyatanya rakyat tidak memililih itu. Dua contoh itu sudah cukup menggambarkan perbedaan pandangan," ungkapnya.
"Yang jelas ada calon tertentu yang jadi media darling, seperti pak Jokowi, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Dahlan Iskan, itu media darling dari oponion leader," imbuhnya.
LSI merilis survei terkait tokoh potensial dan memiliki kualitas personal sebagai capres 2014 pada Rabu (28/11) kemarin. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 223 opinion leader, 178 orang dipublikasikan namanya sebagai responden atau penilai. Setiap tokoh yang disurvei dinilai dengan sejumlah ukuran kualitas personal. Penilaian tiap item dengan skor antara 1-100.
5 Indikator kualitas personal yang dipertanyakan adalah penilaian bahwa tokoh bisa dipercaya; satu dalam kata dan perbuatan; tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN; tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal; diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan; dan dapat dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
Berdasarkan kualitas personal tokoh-tokoh dengan nilai 60 atau lebih (lulus) menurut opinion leader adalah:
1. Mahfud MD 79
2. Jusuf Kalla 77
3. Dahlan Iskan 76
4. Sri Mulyani 72
5. Hidayat Nurwahid 71
6. Agus Martowardojo 68
7. Megawati Soekarnoputri 68
8. Djoko Suyanto 67
9. Gita Wirjawan 66
10. Chairul Tanjung 66
11. Endriartono Sutarto 66
12. Hatta Rajasa 66
13. Surya Paloh 64
14. Pramono Edhie Wibowo 64
15. Sukarwo 63
16. Prabowo Subianto 61
17. Puan Maharani 61
18. Ani Yudhoyono 60
(/ndr)










































