"Saya belum menerima masukan dari para anggota DPRD, sehingga jujur kami belum bisa memberikan komentar," ujar ketua DPRD Garut, Ahmad Bajuri, kepada wartawan di kantor DPRD Garut, Kamis (29/11/2012).
Salah seorang anggota DPRD Garut, Juju Hartati mengatakan, persoalan pernikahan bupati harus dirunut dari awal perkenalan dengan Fani hingga perceraian. Juga, harus diungkap kemungkinan adanya konflik keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Juju, banyaknya komentar melalui jejaring sosial Facebook, Twitter serta media online lainnya, mengakibatkan citra kedua belah pihak buruk. Keduanya bisa dianggap sebagai korban.
"Sekarang nama bupati jelas sudah hancur. Kemudian pihak perempuannya, Fani, jelas sudah tercemar," ucapnya.
Juju menjelaskan dirinya belum mau memberikan komentar terkait kasus bupati sebelum mengetahui duduk persoalan sebenarnya. "Maaf komentar lebih jauh, saya no comment," imbuhnya.
Aceng menikahi Fani pada pertengahan Juli lalu. Dia dikenalkan oleh seorang ustaz sebuah pesantren di dekat rumahnya. Saat menikah, sang bupati mengaku duda dan mencari istri untuk menemaninya umroh.
(trw/mad)










































