"Saya heran dengan rapat MRT tadi. Seharusnya pemaparan mengenai MRT ini bukan urusan PT MRTJ, tapi Pemprov. Ini rapat saya anggap bertele-tele," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Rabu (28/11/2012). Agus sendiri tadi ikut dalam rapat yang juga dihadiri oleh Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama.
Menurut Agus, harus ada ketegasan dari Pemprov DKI apakah MRT ini bakal jadi dibangun atau tidak. Karena apabila rapat pemaparan MRT terus ditunda, maka proyek ini tidak akan rampung tepat waktu, 2016 mendatang. Apabila proyek ini sampai dibatalkan, ia berpendapat Jokowi mendukung pembangunan 6 ruas tol dalam kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat tadi, Agus mengaku sempat senewen. Terutama saat ada pihak asing yang suaranya mulai meninggi dan menunjuk-nunjuk ke arah Jokowi.
"Ketika ada India teriak-teriak di depan pejabat, itu kan menurut saya tidak sopan. Hampir saja saya emosi," tegasnya.
Rapat pemaparan hasil MRT yang berlangsung siang tadi di Kantor Balai Kota Jakarta tersebut dihadiri oleh Jokowi, Basuki T. Purnama, Direktur PT MRTJ, pengamat transportasi, Kepala Bappenas, jajaran pejabat dinas (SKPD), Dirjen Perkeretapian, dan 6 orang perwakilan warga. Rapat yang seharusnya menghasilkan keputusan kapan proyek MRT akan berlangsung justru harus ditunda. Di tengah-tengah rapat berjalan, Jokowi meninggalkan ruangan dan memilih menemui demonstran di Cilincing.
(mok/gah)











































