Pengacara: Kasus Bali Perkasa Sukses Selesai, Polisi Stop Penyidikan

Indra Subagja - detikNews
Jumat, 23 Nov 2012 16:34 WIB
Jakarta - Kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam kasus pembelian saham PT Bali Perkasa Sukses (BPS) dihentikan kepolisian. Kasus itu bermula dari pelaporan yang dilakukan Hasyim atas Andi Soewatdy dan Lioe Freddy.

"Pelaporan kedua klien kami, Saudara Andy Soewatdy dan Saudara Lioe Freddy berkaitan dugaan perbuatan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas jual beli pembelian saham PT Bali Perkasa Sukses, kepada Kepolisian Direktorat II/ Ekonomí dan Khusus Mabes Polri adalah tidak benar," kata pengacara Andy dan Lioe, H. Kosasih, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (23/11/2012).

Kasus itu terjadi pada 2000 lalu. Pada 2007, sempat diberitakan Mabes Polri tengah melakukan penanganan atas kasus itu dan memeriksa Andi dan Lioe.

"Bahwa sebenarnya berkaitan pembelian Saham PT Bali Perkasa Sukses yang dipermasalahkan oleh Saudara Hasyim tersebut, seluruh saham sudah diterima dan dimiliki oleh Saudara Hasyim melalui Wakil atau Kuasanya yaitu saudara Henry Wee," terang Kosasih.

Karena itu, Kosasih mengklarifikasi mengenai pemberitaan kliennya. Menurut dia, demi hukum berkaitan dengan pembelian saham, sudah tidak ada permasalahan lagi dan tidak ada tindak pidana penipuan dan ataupun penggelapan saham, sebagaimana yang dituduhkan Hasyim terhadap kliennya.

"Bahwa tidak adanya penipuan dan/ataupun penggelapan sebagaimana yang dituduhkan oleh saudara Hasyim maupun yang diberitakan dalam pemberitaan. Berdasarkan hasil penyidikan, penyidik pada Badan Reserse Kriminal POLRI Direktorat II/ Ekonomi dan Khusus secara fakta hukum, penyìdìk telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan sesuai Surat No. Pol SPPP/R/35/IV/2008/Dit Il Eksus pada tanggal 29 April 2008," jelas Kosasih.

(ndr/nrl)