Ada Ancaman Bom, Siswa SMA 6 Semarang Dipulangkan
Jumat, 17 Sep 2004 11:58 WIB
Semarang - Ancaman bom lewat telepon makin marak saja. Di semarang, gedung SMAN 6 juga menjadi korban ancaman itu. Akibatnya, semua siswa yang saat itu sedang belajar dipulangkan dengan segera. Polisi juga disibukkan dengan melakukan penyisiran. Gedung SMAN 6 ini terletak di Jl. Ranggalawe Barat, Semaang. Ancaman bom lewat telepon itu diterima oleh staf tata usaha SMA 6 bernama Dwi Kusdaryati pada pukul 10.10 WIB, Jumat (17/9/2004). Ancaman itu datang pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Saat menelepon, si penelepon gelap itu mengancam, "Bu, mohon hati-hati. Satu jam setelah telepon ini akan ada ledakan di sekitar sekolah Anda." Dari suaranya, si penelepon adalah laki-laki. Setelah memberikan ancaman seperti itu, si penelepon langsung menutupnya. Mendapat ancaman ini, Dwi pun langsung bergerak cepat. Dia menghubungi Polwiltabes Semarang dan menceritakan ancaman itu. Sekitar pukul 10.40 WIB, sejumlah personel dari Polwiltabes dan Polres Semarang Barat menuju lokasi. Aparat meminta para guru dan siswa SMA 6 untuk mengosongkan semua ruang kelas. Para siswa juga disuruh pulang. Setelah itu, pada pukul 11.10 WIB, satu mobil Tim Gegana dari Brimob Polda Jateng datang ke lokasi. Mereka langsung melakukan penyisiran. Sampai berita ini diturunkan, penyisiran masih berlangsung. Ada 28 ruang yang akan disisir. Kapolres Semarang Barat AKBP Muchlis mengatakan, pihaknya tetap menganggap serius ancaman tersebut dan melakukan penyisiran ke semua ruang. "Kita juga nanti akan memeriksa nomor telepon si penelepon melalui print out Telkom untuk mencari kemungkinan pelakunya," kata dia.Sementara Kepala SMA 6 Sri Handoyo, mengakui akibat ancaman bom ini, sekolah sudah menghentikan jam belajar bagi siswa. Proses belajar mengajar dari pukul 13.00-15.00 WIB juga ditiadakan. "Jika, tidak ada apa-apa, besok, semua siswa masuk seperti biasa," ungkapnya.
(asy/)











































