Samad: 2 Bulan Lalu Saya Sudah Menemukan Tersangka Kasus Century

Samad: 2 Bulan Lalu Saya Sudah Menemukan Tersangka Kasus Century

Rina Atriana - detikNews
Senin, 19 Nov 2012 16:28 WIB
Samad: 2 Bulan Lalu Saya Sudah Menemukan Tersangka Kasus Century
Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad buka kartu soal kasus Century. Sebenarnya, sejak 2 bulan lalu, dia sudah menemukan tersangka di kasus bailout Rp 6,7 triliun untuk bank milik Robert Tantular tersebut. Tapi, semuanya bergantung kepada penyidik.

"Begini ya, tolong dicatat, saya secara pribadi dari dua bulan lalu, Abraham Samad sudah menemukan tersangkanya. Tapi ingat di KPK berlaku yang namanya kolektif kolegial. Kalau penyidik tidak setuju...," kata Samad tanpa melanjutkan ucapannya.

Samad menyampaikan itu di Jakarta Book Fair, Istora, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi apa artinya penyidik tidak setuju? "Bukan begitu. KPK kan bukan kepala kejaksaan yang punya otoritas sendiri, tapi ada kolektif kolegial tadi," lanjutnya.

Samad memberi sinyal adanya kemajuan dalam kasus Century. Tapi dia masih bungkam saat ditanya soal tersangka baru. Kabarnya pejabat dan mantan pejabat BI, yakni BM dan SF sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Mudah-mudahan ada. Kita berdoa, kita salat bersama berdoa, agar ada progres. Yang bisa memastikan di dunia ini hanya Allah. Makanya saya bilang mudah-mudahan insya Allah," tuturnya.

Samad juga meluruskan soal ucapannya yang akan mundur bila dalam 1 tahun tidak ada perkembangan di kasus Century. Menurut dia, sama sekali tak pernah ada kata-kata seperti itu.

"Begini ya, tapi ini bukan berarti mencari dalil untuk menghindar. Saya ingin katakan saya tidak pernah sepatah katapun ketika fit and proper test. Tidak pernah ada kata-kata saya akan mundur jika setahun Century tidak ada progres. Saya akan pulang jika dalam setahun saya tidak bisa menghasilkan apa-apa, sementara saya digaji oleh negara," tuturnya.

Namun sedikit titik terang diungkapkan Samad. Kemungkinan, Selasa (20/11) akan ada perkembangan signifikan. "Insya Allah apa yg selama ini kita inginkan terjadi besok. Saya tidak bisa memastikan. Jangan sampai kita sesumbar mendahului takdir di atas," tegasnya.

(ndr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini