Korban tewas dalam bentrokan yang diduga karena penyebaran aliran sesat di Bireuen, Aceh, bertambah menjadi 3 orang. Dua korban diduga dari kelompok aliran sesat, dan satu orang merupakan warga setempat.
Sebelumnya, korban tewas akibat bentrokan itu hanya seorang. Namun berdasarkan informasi dari kepolisian dan pihak rumah sakit, korban tewas menjadi tiga orang. Ketiga jenazah saat ini masih berada di RSUD Fauziah Bireuen.
Korban tewas diduga pimpinan kelompok aliran sesat yakni Tengku Aiyub Syahkuban (47) dan seorang pengikutnya, Saiful Bahri (21). Sementara seorang warga yang menjadi korban adalah Mansur (35), warga Desa Lancok Bungong, Kecamatan Plimbang, Bireuen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dalam bentrokan itu, empat warga masih dirawat di RS Fauziah Bireuen karena luka bacok. Mereka adalah Syukri (42) dan Azhari(25) dari Desa Naseu, Kecamatan Pandrah, Misbaruddin(18), warga Desa Balee Daka, Kecamatan Pandrah, serta Bahani hasan(61), Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang.
Sedangkan 5 korban lainnya dirawat di Puskesmas Jeunieb, Bireuen. Mereka yakni M Rizal (30), warga Desa Matang Kulee, Kecamatan Peulimbang, Iskandar(37), warga Desa Seunubok Aceh, Kecamatan Plimbang, T.Ful Ikbal(30), Desa Teupin Panah, Kecamatan Plimbang, Samsul Bahri(26), Desa Lancok Tunong, Kecamatan Peulimbang, dan Irwan(37), Desa Seunubok Aceh, Kecamatan Peulimbang.
Kini, kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif. Ratusan personel polisi, Brimob, dan anggota TNI berjaga. Warga meninggalkan lokasi hari ini sekitar pukul 05.00 WIB.
Sebelumnya, bentrokan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat (16/11/2012). Ratusan orang mendatangi rumah Tengku Aiyub Syakuban (60) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang, Bireuen yang dituduh menyebarkan aliran sesat. Saat massa sampai di lokasi, rumah Aiyub dalam kondisi mati lampu. Dalam gelap, massa tiba-tiba diserang sekelompok orang. Mereka pun kocar-kacir.
(trw/nwy)










































