Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di ruang rapat Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/11/2012). Sedianya rapat itu bakal membahas kesepakatan UMP. Hadir dalam rapat itu, perwakilan Apindo, Pemprov DKI dan tiga perwakilan buruh yang tergabung dengan Dewan Pengupahan Daerah (DPD).
Tiga perwakilan itu adalah Jayadi dari LEM (Listrik Elektronik Mesin), Tumijan dari SPN (Serikat Pekerja Nasional) dan Jaswari dari TSK (Tekstil Sandang Kulit). Mereka berusaha mengamankan permintaan minimum upah dari para buruh yang berdemo di luar Balai Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang ditarik paksa oleh 20-an buruh itu pun hanya bisa pasrah. Tak ada yang berani melawan, apalagi berusaha tetap mengikuti rapat.
"Saya mesti jelaskan, mengapa saya mesti hadir. Apindo belum punya angka, Bapak nggak usah curiga-curiga saya, angka kita sudah bulat Rp 2.799.067," kata Jayadi.
Salah seorang buruh yang menjemput Jayadi, M Toha, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah meminta agar tak ada perwakilan yang menghadiri rapat itu.
"Kemarin kita sudah datang lengkap, ngapain kita menyansikan dari Apindo, nggak ada gunanya. Kita menunggu gubernur di sini karena yang menentukan gubernur," kata Toha.
(mad/nrl)











































