Di Jateng, Golkar Pro SBY Takkan Dikenai Sanksi
Kamis, 16 Sep 2004 15:04 WIB
Semarang - Jika beberapa pengurus Partai Golkar di tingkat pusat dinonaktifkan karena mendukung SBY - Kalla, tidak demikian halnya dengan di daaerah. Di Jateng, kelompok Golkar Pro SBY akan dibiarkan begitu saja.Ketua SOKSI (Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Jateng Soejatno Pedro HD mengatakan, keputusan itu diambil karena tindakan tegas terhadap para pembangkang di Golkar tidak lagi efektif. Waktu coblosan hanya kurang beberapa hari lagi."Lagipula, jumlah mereka sangat kecil. Seperti semut. Tidak banyak kok yang ikut-ikutan dalam FPPG (Forum Pembaruan Partai Golkar)," katanya pendek kepada wartawan di Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (16/09/2004).Pedro yang juga Ketua FPG Jateng ini menerangkan, beberapa orang pengurus yang terlibat dalam dukungan terhadap SBY hanya dipanggil dan dimintai keterangan. Mereka itu di antaranya Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Jateng Amat Iskandar, Soendoro, dan Sekretaris DPD II Rembang."Klarifikasinya ya seputar keikutsertaan mereka dalam pertemuan FPPG beberapa waktu lalu. Kalau sudah mengakui ya sudah. Kita tidak akan memberikan sanksi pada mereka. Buang-buang energi saja," paparnya.Meski demikian, Pedro sepakat dengan sanksi yang diberikan DPP terhadap beberapa pengurus yang membangkang. Karena, mereka yang menjadi pelopor pendirian kelompok di luar dan mengatasnamakan Golkar. Kalau tidak ditindak, mereka bisa menggeroti partai."Sanksi itu diberikan agar, paling tidak, setiap pengurus tahu bahwa mereka harus mematuhi aturan-aturan yang sudah dirumuskan bersama. Kalau menggugat keputusan ya lewat cara yang sesuai. Misalnya Munas," imbuhnya.Pedro optimis seluruh pengurus partainya akan mengikuti kebijakan DPP. Pasalnya, pihaknya sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan pengurus dan organisasi sayap. Dalam pertemuan itu, belum ada satu pun suara yang berbeda. Mereka tetap menyatakan pilih Mega - Hasyim.
(nrl/)











































