6.000 Polisi Amankan Objek Vital

Siaga I di Riau

6.000 Polisi Amankan Objek Vital

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2004 13:36 WIB
Pekanbaru - Siaga I diberlakukan Polri mulai 13 September lalu. Di Riau, sebanyak 6.000 aparat pun diterjunkan untuk mengamankan objek vital dan strategis."Kita telah menempatkan sejumlah personel keamanan di tempat strategis serta sejumlah objek vital lainnya baik di Riau dan Kepri. Langkah itu merupakan antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror menjelang pilpres kedua," kata Kepala Dinas Penerangan Polda Riau, AKBP Syarif Pandiangan kepada detikcom, Rabu (16/09/2004) di ruang kerjanya Jl Sudirman Pekanbaru.Saat ini ada sekitar 6000 personil polisi dari berbagai kesatuan yang disiagakan di sejumlah objek vital. Menurut Pandiangan, untuk Provinsi Riau selain ditempatkan di sejumlah tempat umum, juga disiagakan di ladang-ladang minyak, misalnya, kawasan ladang minyak Caltex.Pandiangan menjelaskan, teror bom lewat penelepon gelap yang terjadi di Pekanbaru ditambah lagi dengan adanya ledakam bom di Jakarta, telah membuat masyarakat di Riau dicekam ketakutan."Masyarakat kita harapkan bisa tenang dengan tetap melakukan kewaspadaan terhadap hal-hal yang menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat," kata Pandiangan.Pandiangan menjelaskan, Riau dan Kepri sebagai daerah perbatasan untuk Indonesia bagian barat dengan negara tetangga, sangat rawan akan aksi terorisme. Dekatnya jarak ke Malaysia dan Singapura memungkin pelaku aksi teror dalam sekejap bisa melarikan diri ke luar negeri."Apa lagi Riau merupakan daerah ini memiliki potensi ekonomi yang besar dan letaknya sangat strategis. Dengan pemberlakuan Siaga I ini aparat keamanan harus mengantisipasian terhadap segala bentuk ancaman teroris tersebut," katanya.Berdasarkan catatan detikcom, dalam sebulan terakhir ini silih berganti terjadi ancaman bom dari pihak tidak dikenal. Korban teror bom antara lain Bank Niaga, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Hotel Ibis, Mal Pekanbaru, Hotel Aryaduta, Hotel Bumi Asih dan SMU Negeri 1 yang semuanya terletak di Pekanbaru.Selama ini daerah Riau juga merupakan tempat pelarian serta pengendapan para aksi teroris yang melakukan peledakan bom Bali dan JW Marriot. Dr Azahari serta komplotannya yang belum tertangkap, juga pernah menyewa rumah di Pekanbaru. Begitu juga hal dengan Slamet bin Kastari yang disebut-sebut sebagai Ketua Jemaah Islamiyah di Singapura juga tertangkap di Riau.Belum lama ini dua terdakwa yang terlibat dalam penyembuyian Dr Azahari dan Noordin Mohd Top baru saja divonis Pengadilan Negeri Pekanbaru. Keduanya adalah Sodig Doyo, warga Blitar yang terbukti menyembunyikan Dr Azhari cs di Pekanbaru pasca peledakan bom Bali. Begitu juga dengan Datuk Rajo Ameh warga Pekanbaru yang terlibat membantu dalam peledakan bom malam Natal tahun 2000 di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKPB). (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads