Pemerintah Harapkan Bom Kedubes Tak Pengaruhi Pilpres

Pemerintah Harapkan Bom Kedubes Tak Pengaruhi Pilpres

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2004 13:25 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap peristiwa ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan pemilu presiden putaran kedua pada 20 September mendatang. Harapan ini disampaikan Mendagri sekaligus Menko Polkam ad interim Hari Sabarno di Media Center Bom Kuningan di Hotel Sari Pan Pasifik, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu (15/9/2004)."Kita berharap peristiwa kemarin tidak mempengaruhi jalannya pilpres pada 20 September mendatang. Kita juga berharap seluruh pemerintah daerah dan jajaran aparat keamanan setempat untuk lebih bekerja sama agar tercipta keamanan yang lebih kondusif," katanya.Untuk itu, lanjut Sabarno, pemerintah telah memerintahkan kepada semua aparat keamanan untuk meningkatkan pengamanan di semua tempat. Sementara masyarakar diminta untuk lebih membantu aparat keamanan dalam menanggulangi aksi terorisme.Sabarno juga menyatakan aksi pemboman di Kedubes Australia pada 9 September lalu tidak terkait pemilu. "Menurut hasil analisis rapat koordinasi baik di tingkat Polkam atau rapat kabinet peristiwa itu tidak terkait dalam upaya penggagalan pemilu karena sasarannya bukan lembaga pemerintah yang terkait pemilu."Namun begitu Sabarno tetap meminta daerah-daerah untuk meningkatkan pengamanan karena saat ini masih ada daerah yang terjadi konflik baik vertikal maupun horisontal. Langkah konkrit pengamanan pilpres ini pada dasarnya sama seperti pengamanan pemilu legilastif dan pilpres putaran pertama.Dalam kesempatan itu Sabarno juga menjelaskan bahwa masih ada tempat-tempat yang diduga menjadi ancaman terorisme. Tempat-tempat mana saja yang jadi incaran aksi teroris itu akan dijelaskan oleh Kapolri dan Kepala BIN. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini