Ribuan Mahasiswa & Dosen IKIP PGRI Semarang Turun Jalan

Ribuan Mahasiswa & Dosen IKIP PGRI Semarang Turun Jalan

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2004 11:56 WIB
Semarang - Tak hanya mahasiswa yang resah terhadap tingginya biaya pendidikan. Tapi juga dosen. Di Semarang, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar IKIP PGRI Semarang dan dosen turun ke jalan meminta realisasi pendidikan murah.Aksi itu dimulai pada pukul 09.30 WIB di kampus IKIP PGRI, Jl. Lontar, Rabu (15/9/2004). Dari sana, para mahasiswa yang mengenakan jas almamater warna biru tua itu melakukan long march menuju Kantor DPRD Jateng yang jaraknya sekitar 2 km dari kampus.Di sepanjang perjalanan, sejumlah mahasiswa dengan telanjang dada dan tubuh penuh coretan cat memeragakan happening art. Mereka menggambarkan ketidakmampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Untuk menggambarkannya, kadang mereka harus berguling-guling di aspal dan jeritkesakitan.Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan "Turunkan Biaya Pendidikan", "Turunkan Harga Pendidikan", Tingkatkan Kualitas Pendidikan," dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga mengibarkan puluhan bendera Merah Putih.Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan mahasiswa dan dosen ini sampai di Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan. Di sana, mereka berorasi dan meminta anggota Dewan menemui. Setengah jam kemudian, beberapa anggota DPRD mendatanginya.Salah satu anggota DPRD dari FPG, Soejatno Pedro HD mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan anggaran pendidikan sebanyak 20% pada APBD mendatang. Beberapa mahasiswa tak percaya dengan pernyataan itu. Mereka menuduh anggota Dewan yang mengorupsi dana pendidikan."Tolong catat, saya anggota Dewan baru. Kalau sampai korupsi, maka saya bersedia dipenggal kepala saya," kata Pedro dengan nada jengkel. Suara para mahasiswa pun bergemuruh. Ada yang mencaci dan ada pula yang memuji.Tak menemui kesepakatan apa pun, para mahasiswa pun meninggalkan Kantor DPRD. Mereka kembali ke kampusnya dengan dijemput sebuah bus. Sebagian besar lainnya naik angkutan dan berjalan kaki. Puluhan polisi mengawal kepergian mereka.Aksi ribuan mahasiswa itu sempat memacetkan jalan-jalan protokol Semarang. Hal itu terjadi ketika melewati Kawasan Simpang Lima dan jalan Pahlawan. Puluhan pengendara jalan tertahan. Berhenti total. Untunglah polisi segera mengamankan dengan meminta mahasiswa agar minggir dan memberi jalan bagikendaraan yang lewat.Pembantu Rektor III IKIP PGRI Semarang Maryanto yang ditemui detikcom mengatakan, pihak kampus mendukung sepenuhnya aksi peserta didiknya itu. Karena itulah, beberapa dosen ikut mengawal aksi. Mereka ditugaskan memantau jalannya aksi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan."Tapi kami tidak mengoordinirnya lho," ungkapnya membantah ketika ditanya apa rektorat memobilisasi mahasiswanya. (nrl/)


Berita Terkait