Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi enggan mengomentari pemberitaan soal ruang kerjanya yang dia sulap menjadi ruangan dengan seperangkat meja Rp 1 miliar. Kemewahan ruangan ini diakui oleh Ketua Muda MA bidang Pidana Khusus, Djoko Sarwoko.
Wartawan dari berbagai media massa sudah berkumpul di lobi Hotel Peninsula Manado, Sulawesi Utara, sejak pagi. Mereka lalu menemui staf MA dan meminta izin untuk wawancara dengan pejabat eselon I itu.
Lalu Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur menemui wartawan. "Pak Nurhadi tidak mau memberikan statement. Statement apapun karena dikhawatirkan akan memperpanjang masalah," kata Ridwan kepada wartawan, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Nurhadi mencuat saat Ketua Muda MA bidang Pidana Khusus Djoko Sarwoko menyebut pejabat eselon I itu menyulap ruang kerja di MA dengan biaya sendiri. Bahkan seperangkat mejanya bernilai Rp 1 miliar.
"Itu meja, duitnya sendiri. Karena Nurhadi punya usaha sarang burung walet, bukan memakai anggaran MA. Nurhadi itu sudah berbuat banyak demi lembaga ini. Saya karena ikut membina Nurhadi, saya ikut sakit hati juga dia difitnah seperti ini," kata Djoko Sarwoko.
(asp/nrl)











































