Ancaman peledakan disampaikan pengelola mal kepada aparat kepolisian, Selasa (30/10/2012). Pengelola mengaku mendapat SMS yang menyatakan mal yang akan diledakkan.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan segera melakukan penyisiran di seluruh bagian mal. Mereka menggunakan alat pendeteksi bom. Hasilnya, ancaman itu omong kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isi SMS, jika kontrak kami jangan salahkan kami jika tempat ini diledakkan," ungkap Amiruddin.
Setelah dipastikan tidak ada bahan peledak di dalam mal, para pengunjung kemudian diizinkan masuk kembali. Sementara itu, aparat kepolisian masih menyelidiki pelaku teror yang mengirim SMS ancaman bom tersebut.
, isi SMS-nya: jika kontrak kami jangan salahkan kami jika tempat ini diledakkan," (mna/try)











































