Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menyatakan, bom tersebut ditemukan dalam penyisiran aparat gabungan di sebuah kebun di Tamanjeka, Poso, Minggu (28/10/2012). Di bom terdapat serbuk, gotri, dan batre.
"Bom jenis tupperware, bom yang ada alat pemicunya. Beratnya 10 kg, high explosive. Sudah diurai oleh anggota," kata Eko kepada detikcom, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko tidak menampik kemungkinan adanya bom-bom lain di Poso. "Maka itu, kami dan TNI terus menyisir berbagai lokasi," jelasnya.
Belakangan, Poso diguncang aksi teror. Dua polisi ditemukan dikubur dalam satu liang lahat di Dusun Taman Jeka, Desa Masani, Poso, Selasa (16/10/2012). Dari hasil pemeriksaan, leher keduanya diduga akibat digorok. Seminggu kemudian, Senin (22/10), bom meledak di pospol perempatan Smaker Poso, Sulteng dan melukai dua orang. Dua hari kemudian, Rabu (24/10), bungkusan mirip bom ditemukan di depan Depo Pertamina, Poso, Sulawesi Tengah.
(try/nrl)











































