Benda mirip bom buatan HS itu sebelumnya membuat geger warga di Pasar Sentral Tentena, Rabu 24 Oktober sekitar pukul 11.00 Wita.
"Maksud dan motivasi hanya bermain-bermain, tidak ada yang menyuruhnya meletakkan benda tersebut," kata Kapolres Poso, AKBP Eko Santoso, kepada detikcom, Kamis (25/10/2012).
Menurut Eko, pelajar kelas 2 itu merangkai lalu menyimpan benda mirip bom itu di sebuah WC sekolah yang telah rusak.
"Tersangka kemudian meletakkan benda tersebut di pasar ditemani tiga temannya, O, A, dan E," ujar Eko.
Menurut Eko, HS masih diperiksa. "Rencananya, kita kembalikan pada orang tuanya," kata Eko.
(ahy/aan)











































